Hai mak, ibu, Nd. Karo
kekelengenku, ibu Purba yang sangat cantik dan berhati lembut
Figura kam masih tetap
tersenyum di ruang tamu
Menampilkan raut
bahagia saat aku senang
Memunculkan raut sedih
saat aku sedih atau membuat kesalahan
Fisik kam tak bersama
kami tapi senyum kam selalu menghiasi kehangatan ruang tamu
Maaf, jika aku sering bersedih beberapa hari ini
Aku minim bersyukur dan selalu mengeluh
Aku hanya tak tau kepada siapa aku harus berbagi dan
bercerita semuanya
Karena dulu seluruh kalimatku selalu tertuang pada kam
mak
Seluruh ekspresiku hanya kutampilakan secara leluarsa
ketika bersamamu
Ayo tebak, sudah berapa
tahun kah?
Tahun ini genap 4 tahun
mak
Kami masih disini,
masih sehat, aku masih kuliah dan bapak masih aktif pelayanan
Aku sebenarnya tak kuat
jika harus menulis tentang kam
Maka dari itu aku lebih
banyak menulis tentang cinta
Masih ingat kam mak?
Laki-laki yang selalu kuceritakan dan kusebut namanya
selama 1 setengah tahun?
Masih ingatkah dengan 2 laki-laki di roman cinta masa
kecilku?
Satu selalu menggunakan sepedanya dan bersiul untuk memberi tanda kehadirannya
Satu ikut kebaktian di rumah setiap hari sabtu
Mereka saat ini sudah
dewasa dan sama seperti anak gadis kam ini
Mulai meniti masa depan
dan merajut keinginan-keinginan hidup sukses
Sama seperti aku saat
ini meski terkadang malas melandaku
Tapi aku tetap masih
memprioritaskan keinginan kam mak, keinginan kita
Karena hanya aku anak
kam dan bapak, ini semua terasa berat untuk dijalani
Andai aku memiliki abang kakak atau adik mungkin tak akan
seberat ini
Tapi setidaknya aku sadar satu hal bahwa ini rencana
Tuhan
Sebut namaku Yohana Gloria Sitompul
Nama yang berarti kemegahan, murid Yesus yang melayani
dengan harta
Gloria, penuh sukacita dan nyanyi-nyanyian
Aku sadar mengapa aku
selalu bernyanyi setiap hari
Mak, sadarkah kam saat
ini usiaku sudah 21 tahun?
Aku jatuh, bangkit,
menangis, mengeluh, terkadang bersyukur dan bertanya-tanya
Banyak hal yang sudah
kujalani, kulalui dan kuterima atau kurelakan
Termasuk kepergian kam
yang terpaksa harus kurelakan
Ada banyak hal yang kusesali dalam hidup
Tapi ada banyak juga hal yang sepatutnya kusyukuri
Setidaknya 17 tahun sudah kita hidup bersama
Entah mengapa Tuhan merancang semuanya tepat di usiaku 17
tahun
Saat dimana seharusnya aku lebih-lebih membutuhkan kam
Aku dan bapak yang
tadinya tak pernah cocok
Akhirnya pelan-pelan
mulai belajar saling menerima satu sama lain
Mencoba mengalahkan
keras kepala yang kami punya
Ya memang buah tak
jatuh dari pohonnya
Kami keras kepala tapi
hati sangat lembut dan diam-diam saling peduli
Oh ya mak, aku sedang merasakan roman-romannya orang usia
20 an
Ya sebenarnya sudah sejak kecil ya kan mak
Tapi kali ini aku jatuh cinta dengan cara yang dewasa
Mengagumi menyukai dengan cara yang dewasa
Melupakan masa lalu dengan cara yang dewasa
Aku malu menyebut nama
itu
Karna aku takut
nantinya akan sama dengan laki-laki 1 setengah tahun itu
Entah kenapa mak aku
selalu nyaman dengan mengagumi tanpa harus memiliki
Mungkinkah aku ada
gangguan? Haha
Aku hanya mencoba sadar
keadaanku mak
Bapak berkata bahwa pendidikan adalah hal yang utama
Cinta, menjalin hubungan akan ada waktunya
Tapi aku yakin jika kam masih disini mak, pasti kam
izinkan haha
Wanita memang lebih mengerti
Tapi pria juga peduli
Doakan aku disini mak
dan bapak juga
Aku percaya kata orang
bahwa setiap kali kita merasa beruntung, doa ibu kita telah didengar
Ada saja keberuntungan
yang kudapat
Namun ada juga
kegagalan dan kehilangan
Tapi aku masih bisa
berdiri tegak mak
Terima kasih untuk semuanya mak
Maaf atas tempat persemayaman kam yang masih berbalut
tanah
Doakan agar kami ada rezeki ya mak

0 komentar:
Posting Komentar