Hot Pink Pointer Wavy Tail

Sabtu, 09 November 2013

Sembari Kumelukiskanmu Dalam Lembar-Lembar Hati .

Aku benci suasana ini .
Pagi yang dingin, rintihan hujan yang merayuku untuk terlelap dan sepinya jalan-jalan yang basah itu .
Kelas ini hiruk-pikuk, semua sibuk dengan urusannya sendiri .
Dan aku ? Masih asyik dengan sebuah buku kecil dan satu pena .

Berpikir sambil mengetuk-ngetuk kepalaku sendiri dengan pulpen .
Apa yang harus kutulis ?
Aku melamun dan mulai menulis .
Melihat pena kecilku menari-nari lincah diatas buku kecil ini membuatku bahagia .
Tanpa kuprediksi, namamu terlukis indah disini di lembaran ini dan dihati .

Aku tak ingin menatapnya .
Lukisan namamu begitu menyayat hati .
Hampir aku menangis .
Tapi langsung kuseka dengan saputangan pemberianmu .
Ini tempat ramai .
Sedangkan sekarang saja mereka sibuk bertanya
"Apa yang kau tulis Yo?"
Aku menjawab singkat "Bukan . Bukan apa-apa"

Sesekali aku menengadah keluar jendela .
Mencoba merasakan setia titik-titik hujan meski tak secara langsung .
Aku berandai-andai .
Andai saja kau ada disini, kita bersama menikmati simfoni indah ini .
Melantunkan nada-nada bahagia, mengayunkan ritme yang mendukakan hati .
Tak seorang pun kan paham tentang semuanya .

Tetap terjaga disini .
Bertemankan keramaian dibalik kesunyian jiwa .
Hiruk pikuk kelas, sunyi senyap hatiku .
Disini .
Sembari kumelukiskanmu dalam lembar-lembar hati .
Menatap nanar lukisan namamu yang ingin kuremuk .
Hati dan tangan tak mampu .
Karena namamu saja begitu menghangatkan hati ditengah dinginnya atmosfer sekitarku .

Ini nyata, benar-benar terjadi~

Sama

Hujan ini akan tetap sama .
Meskipun kau nanti jadi milikku .
Ataupun hanya menjadi hiasan kelabu .
Kupastikan semua akan tetap sama .

Langit biru itu akan tetap sama .
Meskipun kau hanya mimpi malam, ataupun kenyataan siang .
Tak kan ada yang berubah .

Merajut asa dalam kelamnya gelap .
Mencoba memasuki dimensi hidupmu meski kutau semua hanya sia-sia .
Bualankah ini ?
Ini jujur dari hati .

Jarak berpuluh meter menjadi teman setia .
Hanya mampu memandang dari jauh sekalipun semua tampak tak jelas .
Tapi hati sangat jelas melihatmu .

Rasa akan tetap sama .
Meskipun bulan akan bersinar pada siang hari .
Ataupun matahari kan memancarkan kekuatan sinarnya pada malam hari .
Kupastikan rasa ini akan terus terjaga .
Terkecuali kau minta aku untuk menghapusnya .

Rangkaian kata mungkin hanya genggaman pasir .
Tapi genggaman pasir ini yang membuatku tetap menggenggammu erat meski dalam ilusi .

Sama .
Hujan, langit dan rasa akan tetap sama .
Walaupun merapuhkan raga, menyakitkan hati .
Karna aku akan tetap tersenyum bahagia meskipun kau jadi milikku atau tidak .
Jarak ini akan membuatku mampu melihatmu meskipun tak dapat kutarik untuk mendekat padaku .
Rasa ini konkret, tapi dirimu begitu abstrak .

Aku tulis saat dikelas, pagi hari tepat saat hujan~

Kamis, 21 Maret 2013

Cinta di Bulan Agustus 2011

Hari yang sepi di Kamis yang mendung dan hujan deras.
Aku sangat menikmati suasana ini.
Dan aku mulai mengambil kursi santaiku dan duduk di teras rumahku yang dihiasi bunga dan 1 pohon rindang yang berdiri kokoh.
Akupun merebahkan tubuhku dikursi dan mulai menutup kedua mata indahku.
Mencoba merasakan atmosfer yang ada disekitarku.
Aku konsentrasi dengan segala bunyi yang kudengar.
Mulai dari suara gemercik air yang jatuh didedaunan dan batu kerikil, suara petir yang tak begitu menakutkan dan semilir angin yang menyusup ke tulang-tulangku.
Tak lupa juga suara katak kecil yang jujur aku takut dengan itu.
Lalu pikiranku melayang-layang dan mulai membawaku pada 1 lamunan.
Yang bisa kupastikan lamunan ini tentang CINTA di BULAN AGUSTUS 2011.
Kisah dramatis yang singkat, tak kumengerti namun menyimpan banyak kebersamaan.
Terselip senyum, senang, cemberut, malu dan tangisan.
Kebersamaan siapa?
Kebersamaan antara kau dan aku.
Tak pantas jika kusebut dengan 'kita'
Karna aku tau, kau dan aku tak pernah ada dalam 1 KISAH yang sama.
Itulah kau.
Si pria arogan dengan segala kepasifan dan kesederhanaanku.
Entah mengapa aku bisa menyukaimu.
Tapi, aku tertarik dengan 1 hal yang sangat menonjol darimu.
Kau tau apa?
Yaitu kesederhanaanmu.
Kau mampu menghipnotisku sehingga aku menyukaimu.
Aku hanya mengikuti apa kata hatiku.
Tapi aku juga tak tau bila akhirnya karna kata hatikulah aku jadi terpuruk dalam rasa yang semu untukmu.

"Jika rasa yang kau pendam untuk seseorang hanya membuatmu sakit, alasan apalagi yang akan membuatmu bertahan"

"Jika kau adalah imajinasiku, aku akan pergi.
Tapi jika kau adalah nyataku, aku akan bertahan.
Karna hanya kau alasanku untuk pergi atau tetap bertahan"

"Aku berharap aku tetap bisa mengilusikanmu meski tak dapat kuwujudkan dalam nyataku"

"You are my dream.
But that's not reality to me.
Very cruel reality."

Ini hanya sedikit dari bermilyar-milyar kata yang ingin kuungkapkan padamu.
Namun, aku tak mampu.
Aku hanya dapat mencurahkannya diatas kertas putih yang kan ditulis dengan penaku dan bercap tinta hitam.
Aku tak mampu.
Aku seakan membisu.
Lagipula, aku seorang wanita.
Aku tak punya cukup nyali dalam hal ini.
Tapi setidaknya, tulisan ini dapat memberimu isyarat.
Kau tak perlu mempelajari isyarat ini.
Kau cukup menggunakan hatimu saja.
Aahh.
Jika kuhitung-hitung sudah 1 tahun 4 bulan lebih aku terus bertahan.
Bila kau bertanya "Apa kau tak lelah Yohana terus bertahan karna diriku?"
Aku akan langsung menjawab "Yaa. Aku sangat lelah!"
Tapi aku menyukaimu !
Ahhh !
Teori bodoh macam apalagi ini ?
Sial !
Seketika aku terbangun dari lamunanku.
Aku membuka mataku dan kulihat hujan mulai berhenti.
Aku tak mendengar lagi suara gemercik air, petir dan tak lagi merasakan semilir angin.
Aku mulai merasakan cerahnya langit cantik itu.
Huh.
Aku ingin melupakan semua lamunanku tadi.
Aku terbangun dari kursi santaiku dan berjalan keluar pagar.
Aku duduk ditanah dan mulai menatap kelangit.
Terserah orang mau bilang apa .
Yang kutau ini adalah momen penting buatku.
Melupakan dia si CINTA di BULAN AGUSTUS 2011 dan akan menanti CINTA yang BARU di bulan dan tahun yang tak kutau kapan.
Dia pasti akan datang.
:)

Rabu, 23 Januari 2013

Aku Merindukan Dirimu yang Dulu Kuabaikan

06:00 pm .
Hujan dengan riangnya membasahi bumi
Membasahi tanah kering dan membasahi jalanan panjang di tempatku tinggal
Langitnya mendung
Tapi belum terlalu gelap untukku berdiri terpaku didekat jendela besar dan memandang setiap tetes hujan yang turun

Aku tertegun
Sekilas terpintas bayangan seorang pria yang tak asing bagiku
Pria yang dahulu dekat denganku
Mungkin saat ini pun masih bisa kukatakan dekat , meskipun telah lama aku tak menatapnya
Sudah lama aku tak menatap segaris senyum yang manis diwajahnya

Pria itu adalah KAU
Kau yang selalu menjadi penyemangat di setiap pagiku
Kau yang selalu bersedia mendengar ceritaku saat aku tak tau harus kepada siapa lagi aku bercerita
Kau yang selalu menanyakan bagaimana keadaanku dan kehidupanku
Dan kau juga yang setia membangkitkanku saat ku mulai jatuh dan tak berdaya

Kau adalah pria yang menyayangiku
Selalu ada saat aku butuhkan
Bahkan kau tak pernah sekalipun merasa bosan
Tak pernah juga kau jemu dengan diriku
Dan kau juga tak pernah mengacuhkanku begitu saja

Tapi apa yang kulakukan terhadapmu
Aku tidak PEKA !
Aku tidak PEKA akan semua perbuatanmu untukku
Aku tidak PEKA atas semua perhatianmu
Dan terlebih-lebih aku juga tidak PEKA akan rasa SAYANGMU yang kau berikan tulus untukku . 

Aku mengeraskan hatiku
Aku mengacuhkanmu !
Aku mengabaikan segala kebaikanmu untukku
Aku tak sadar !
Aku egois !

Sampai akhirnya saat ini aku mencarimu

Aku kehilanganmu
Sejak kau pergi dari nyataku, sejak itulah aku kehilanganmu
Tapi aku terus menepisnya !
Aku munafik ! Hingga akhirnya aku betul-betul mencarimu !

Dimana si penyemangat hariku ?
Dimana pria yang selalu mampu membuatku tertawa dikala aku menangis ?
Dimana pria yang setia mendengar ceritaku ?
Dimana pria yang selalu menanyakan keadaan dan kehidupanku ?
Dan dimana pria yang MENYAYANGIKU dengan SETULUS HATINYA ?

Tanpa kusadari air mata mengalir disudut mataku seiringan dengan derasnya hujan sore ini
Ingin rasanya aku berlari ditengah rinainya dan mulai meneriakkan namamu
Agar langit , awan dan hujan dapat mendengar hatiku yang teriak diatas kerinduan hatiku
Oh Tuhan, betapa bodohnya anakMu ini
Menyia-nyiakan orang yang menyayangiku

Aku malah melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan padaku
Aku melakukannya pada seorang pria yang telah membuatku bertahan selama 1 tahun 4 bulan
Aku melakukannya pada seorang pria yang terkadang mempedulikanku, tapi terkadang juga mengabaikanku
Tapi aku baru sadar sekarang
Dia tidak peka terhadap rasaku dan aku mulai lelah untuk terus berharap

Ternyata kita melakukan hal yang sama tanpa aku sadari hai pria yang kurindukan
Dan aku juga telah merasakan apa yang kau rasakan
Sakit memang
Sakit saat kau menyayangi seseorang, tapi dia tidak peka terhadap rasa sayangmu
Sakit saat kau telah melakukan yang terbaik buat orang yang kau sayang, tapi dia mengacuhkannya

Tangisanku semakin menjadi
Mungkinkah ini karma
Aku merasa ini memang karma
Aku mengabaikan orang yang menyayangiku, dan aku diabaikan orang yang aku sayang
Maaf
Maaf atas ketidakpekaanku terhadap rasa sayangmu
Aku menyesal

Aku berharap kau tidak membenciku
Masih adakah rasa sayangmu untukku ?
Atau telah musnah oleh keegoisanku ?
Atau telah hilang pergi dibawa semilir angin oleh ketidakpekaanku ?
Semoga rasa sayangmu akan tetap utuh meskipun kau tak muncul dalam nyataku lagi, meskipun aku akan pergi dari kota yang penuh dengan cinta dan kerinduan


Aku dan Bing Kuadrat

Senin, 07 Januari 2013

Kita Dulu .

Kita dulu .
Kau masih ingat bagaimana kita dulu ?
Kita selalu bersama .
Kau selalu menanyakan padaku jika aku kebingungan bagaimana aku pulang karna kita sama-sama tau hari juga sudah sangat malam bagi seorang remaja sepertiku .
"Gimana pulangnya de?"
Dan aku hanya menjawab sambil berharap dalam hati kau dapat mengantarku pulang .
"Ga tau bang ."
Dan mulutmu mulai terbuka dan ungkapkan 1 kalimat yang selalu mampu membuatku terbang kelangit ke 8 .
"Ayoklah abang antar de"
Dan aku pun mulai menjawab "Ok bang ."

Setelah itu kau mulai mengeluarkan motormu dari dalam Gereja dan menghidupkannya
Lalu kau berkata "Naik de ."
Seketika itu juga aku langsung naik
Andai kau dapat melihat bagaimana berseri-serinya wajahku saat itu
Tapi akupun terkadang tak ingin kau melihatnya karna aku sangat malu

Senyap
Itu yang kutau saat awal perjalanan kita mengarungi malam
Yang terdengar hanya bunyi motormu dan kendaraan lainnya
Dan tak lupa juga hembusan angin yang selalu saja membrantakkan rambutku
Ehhhmmm,,,, aku mulai merasakan aroma parfummu yang khas dan selalu menggugah indera penciumanku .
Aromanya tak menyengat tapi sangat menenangkan .

Kau, yaa kau mulai becerita .
Kau mulai menanyakan bagaimana sekolahku, kegiatanku dan kabar kedua orangtuaku .
Aku juga melontarkan pertanyaan yang sama padamu .
Dan aku mulai berpikir ini awal yang baik .
Rasanya aku ingin malam terus berlarut dan tak mengizinkan mentari datang menyinari .
Karna aku masih ingin berlama-lama dengan suasana ini dan juga dirimu .

Lalu kau mulai bercerita tentang duniamu .
Kau sangat terbuka padaku .
Padahal kita baru saja dekat .
Tapi aku merasa, kau menaruh kepercayaan besar padaku .
Dan aku senang akan hal itu .
Oya, aku juga mulai meresponi ceritamu tentang duniamu dengan antusias .
Akupun juga turut bercerita tentang duniaku dan kau merespon dengan sangat dewasa , hal itu sangat kusukai darimu .

Seperi itulah terus malam-malam yang kita lewati .
Kita tertawa bersama, bercerita bersama dan menumpahkan segala emosi kita bersama .
Sungguh indah dan menyegarkan jiwa dan pikiranku .
Lalu, bagaimana tentang hujan kita ?
Aku masih ingat waktu itu saat kita mengarungi malam, tiba-tiba hujan datang dengan semangatnya membasahi kita pada saat malam yang dingin itu merangkul kita .
Kau memberiku mantelmu  .

Aku tak tega melihat kau basah .
Akhirnya  aku kembangkan mantel itu dan mulai menutupi tubuhmu dari belakang .
Setidaknya kau tidak terlalu basah .
Sungguh tak tega aku melihatmu kebasahan .
Dari situ aku ambil 1 kesimpulan .
Kau adalah pria yang sangat menjaga wanita dengan semampumu dan dengan sebaik mungkin .
Kau adalah pria pelindung .

Begitulah malam-malam kita .
Sampai diakhir penghujung tahun 2011 untuk memulai tahun 2012 , kau berubah .
Kau berubah 180% .
Sampai-sampai aku merasa ini hanyalah sebuah mimpi belaka .
Kau menjauh .
Tak pernah lagi kudengar kalimatmu 
"Gimana pulangnya de?"
Jarang, jarang sekali !

Aku bingung .
Aku tak tau mengapa seperti itu .
Berulang kali kucoba bertanya pada hatiku "Apa salahku ? Apa yang aku perbuat hingga dia seperti ini ?"
Kalimat itu terus kulontarkan pada dirku sendiri .
Tapi tetap tak kutemukan jawaban .
Kau menjauh !
Kau menghindar dariku .
Ada apa ini Tuhan ?

Aku mencoba membangun komunikasi padamu .
Namun kau acuh tak acuh .
Tapi, disetiap kesempatan mataku sering menangkap basah matamu sedang memperhatikanku .
Mengapa dirimu ?
Apa yang terjadi padamu ?
Karna aku lelah tak menemukan sebab mengap kau seperti itu padaku, aku mulai menjauh .
Aku mulai menghentikan komunikasiku padamu .
Aku mulai berhenti memberimu semangat di pagi hari setiap kau mau memulai aktifitasmu .

Tapi apa yang kutemukan ?
Kau kembali datang dalam hidupku dan mulai mendekatiku .
Senyummu dan tatapanmu kembali hangat untukku .
Kau tau apa yang kurasa ?
Aku bahagia !
Dan lagi-lagi aku terbang kelangit ke 8 .

Meski kita tak dapat mengarungi malam sesering dulu .
Karna aku tau, kau sibuk dengan kuliahmu .
Aku tau orsng yang duduk dibangku perkuliahan lebih sibuk dibandingkan aku yang masih duduk dibangku sekolah .
Tak apa bagiku .
Asal kau tetap indah dan tetap hangat untukku .
Karna hal kecil itu saja sudah cukup untukku .

Yaa .
Seharusnya aku paham kau sangat sibuk .
Tapi terkadang aku ingin seperti dulu .
Untung saja dibeberapa kesempatan, kita diberi Tuhan kembali waktu untuk bersama mengarungi malam .
Meskipun kita mulai diam-diaman .
Mungkin karna kita sudah terlalu lama tak mengarungi malam bersama lagi .
Perhatianmu masih tetap dapat kurasakan .

Contohnya saja beberapa malam yang lalu .
Kebetulan aku dari sekolah langsung ke Gereja untuk GR .
Dan semua selesai tepat jam 22.30 .
Itu sudah larut malam bagiku .
Dan kau waktu itu bersedia mengantarku .
Aku juga masih ingat kau memakai kaos warna biru :D
Warna favoritkuu .

Kau mulai mengeluarkan keretamu dan mulai menghidupkannya .
Lalu kau berkata 
"Naik de ."
Kata-kata yang sama seperti malam-malam KITA DULU .
Tak banyak kata saat awal-awalnya .
Setelah beberapa menit kemudian perjalanan kita melewati jalan kenangan karna hanya kau yang mengantarku lewat jalan ituu .
Kau berkata "De, ga kedinginan kam ?"
"Engga bang . Gapapa kok ."
"Kalo kam kedinginan, biar kukasi jaketkuu . Betul ga kedinginan kam ?"
Aku dengan perasaan yang lagi *ngefly* hanya dapat tersenyum berseri-seri dibelakangmu sambil berkata "Iya bang gapapa . Kam aja yang pake ."
Dan kau mulai menasihatiku yang kutau itu maksudnya baik untukku 
"Lain kali kalo udah tau pulang malam bawa jaket yaa ."
Aku hanya menjawab singkat karna aku lagi dalam keadaan *ngefly*
"Iya bang . Pasti "

Hahaha :D
Lucu sekali memikirkan hal itu .
Tapi itu sangat menarik bagiku .
Ditengah perjalanan, kita melewati sesuatu yang tak kutau kusebut apa benda itu .
Yang pasti kita melewati itu karna kau tidak terlalu jelas melihatnya .
Lalu aku berkata "Ga kam pake kacamata kam bang ?"
"Engga de . Emang kalo udah malam, ga nampak aku ."
Dengan mencoba menasihati seperti yang dia lakukan tadi aku mulai berucap 
"Lain kali kam pake kacamata kam bang . Entar kalo kenapa-kenapakam di jalan gimana ."
Dan kam juga menjawab singkat sama sepertiku .
"Iya de ."

Dan terasa waktu cepat sekali berlalu, kita akhirnya sampai di rumahku .
Kau selalu tak ingin buru-buru pulang .
Karna aku tau prinsipmu pasti harus permisi dulu sama ortuku .
Kau mulai berbicara pada Ayahku 
"Permisi yaa Pak ."
Dan Ayahku menjawab ,"Iyaa . Hati-hati yaa ."
HAHAHA .
Aku juga mulai mengucapkan terimakasih padamu karna telah mengantarku .
"Makasii yaa bang . Hati-hati kam bang . "
"Iyaa de . "
Lalu kau mulai lenyap dari pandanganku .

Itulahh cerita kita .
Kuharap tahun 2013 nanti cerita kita akan lebih INDAH, HANGAT dan MENARIK .
Yaa .
Aku berharap seperti itu .
Meskipun kemungkinan aku takkan disini lagi .
Di kota indah yang penuh cinta dan yang telah mempertemukan aku denganmu .
Tapi cerita kita akan tetap selalu kukenang dihati.
Takkan pernah kulupakan sepuing ceritapun .
Karna kau selalu INDAH dan HANGAT dihati dan pikiranku .
Apakah kau juga sependapat dengankuuu ?
Aku berharap begitu .
Tapi tanpa kau ucapkan pun aku tau .
Karna semua dapat terbaca lewat SENYUM dan TATAPAN sendu hangatmu itu .

Tertanda :


*KITA yang DULU dan KITA yang SEKARANG*  :D

( Y & J )    :')

#PISCES dan #TAURUS :)