Hot Pink Pointer Wavy Tail

Sabtu, 11 Juli 2015

Pria Tanpa Nama


Pria berkacamata di ujung kursi sana
Melihat dengan tatapan serius sambil merapikan rambutnya
Sebentar menoleh lalu asik dengan telepon genggamnya
Berlalu lalang di lobi kampus
Pada jam istirahat, pergi ke sebuah minimarket membeli kopi panas dalam gelas kemasan
Terkadang mengancingkan baju sampai ke kerahnya
Unik?
Pertemuan pertama mereka di sebuah tangga dekat kelas
Pertemuan terakhir mereka juga ditangga yang sama
Mungkin tidak bertemu lagi
Terhitung 6 bulan mereka saling mengenal wajah
Dari awalnya hanya menyebut pria itu 'si misterius' sampai tau sebagian identitasnya
See you again Mr. Misterious kata si wanita itu dalam hati
Pertemuan terakhir hari Jumat 26 Juni 2015 dengan 8 kali bertemu dalam 1 hari menjadi sebuah memori kecil untuk wanita itu

Kamis, 05 Februari 2015

Panggil Saja Dia...

Panggil saja dia pria dengan senyum kecil
Identik dengan warna hitam
Selalu asik dengan dunianya
Rambut hitam, kacamata bergagang hitam.
Sesekali menoleh ke kanan lalu berjalan lurus
Bangku di belakang adalah hidupnya.
Aku yakin dimanapun dia berada, bangku paling belakang adalah dimensinya.

Rabu, 21 Januari 2015

Dimensi dalam Hidup

Semua dimensi dalam hidup tak ada yang salah.
Yang salah hanyalah mengapa seperti itu?
Bagimana bisa terjadi?
Hanya sebatas itu.
Dan jangan pernah ber andai bahwa balon yang sudah lepas talinya dari genggamanmu dapat kau ambil kembali
Kecuali kau miliki sayap
Sayang, kau bukan malaikat.
Hanya penunggu atau mungkin penuntun ke dimensi yang kau maksud.
Jikapun dapat dilalui lagi mungkin saja ada sekat diantaranya.
Apa sekat itu?
Tanyakan saja pada angin yang berhembus di dekat lehermu.
Dia pasti membisikkannya untukmu.
Jangan kaget.
Karena kenyataan tak kan menanyakan
"Apa kau baik-baik saja jika seperti ini?"

Aku...

Aku akan tetap baik-baik saja
Meski bahagia hanya datang saat hujan
atau saat senja
Aku tetap sama
Termangu di persimpangan sana
Dengan tatapan kosong
Tapi hati tetap baik-baik saja
Jangan hiraukan
Banyak awan yang memberi senyum
Meski salah satu diantara mereka ikut
termangu
Tak apalah
Percaya saja bahwa ia tak kan lupa
dengan langitnya
Begitupun aku

Karena,

Karena setiap sisi dalam hidupmu
memiliki bahagianya masing-masing.
Teruslah mencari.
Mungkin saja kau dapatkan koin
keberuntunganmu.
Jika kesedihan mulai muncul,
tertawalah.
Itu hanya sesaat.
Teruslah kau mencari.
Hingga kau temukan arti sebenarnya
hidupmu.
Hingga tanah kembali ke tanah.
Jiwa mulai melayang-layang ke atas.
Dan kau mungkin bisa saja dipuncak
kebahagiaan sebenarnya.
Teruslah mencari, teruslah berdoa,
teruslah bermimpi.
Karna kau diberi nafas bukan untuk
berpangku tangan.

Ilustrasi~

Memang terkadang ingatan hanya akan
menjadi sebuah ingatan tanpa tindakan
Tapi jika ingatan itu semu
Untuk apa bertindak palsu?
Seakan paham padahal tidak
Jangan meminta hujan turun padahal
langit cerah
Terkadang harus melalui proses hangat
untuk bisa merasakan bagaimana sejuk
Bersabarlah
Musim gugur akan segera berlalu
Biarkan helai itu melayang jatuh
Nanti akan ada helai baru pada musim
semi
Saat matahari bersinar, memantulkan
senyummu ke langit
Dan berharaplah langit akan cerah
selama beberapa hari
Tanpa mendung.
Sekalipun hujan, janganlah pada saat
yang sama.
Karna hati mungkin saja sedang
bahagia.

Terkadang

Terkadang matanya saja yang menatap
Mungkin hati tidak
Atau hidungnya saja yang menghirup hela nafasmu
Tapi jantungnya tak berdebar didekatmu
Lantas apa persamaannya dengan angin?
Hanya lewat lalu begitu saja
Tak menetap pada satu pohon
Apalagi satu dahan
Entahlah
Mungkin malam terlalu lama
Atau sore yang terlalu singkat
Lalu lalu berlalu
Tersenyum lalu menunduk dan hilanglah

Siapalah Dia?

Siapalah dia
Hanya gadis kecil, lemah dan lugu
Sankin lugunya, dia selalu terjebak di ruang kosong masa lalu
Mencoba berlari namun tak bisa
Langkah kakinya terasa berat
Peluhnya telah bercucuran
Bukan apa-apa
Dia hanya kelelahan
Dia saja bingung apa yang harus dilakukan
Apalagi langit.

Dia telah berusaha menguatkan hati
Menepuk dada berulang kali
Seakan menunjukkan dia kuat
Padahal tidak
Dia sudah mencoba
Tapi terus gagal
Saat dia sudah sampai dipersimpangan
Kembali masa lalu itu menariknya
Dia tidak memikirkan hal itu
Tapi semuanya tiba-tiba saja muncul
Dadanya sesak
Nafasnya terengah-engah
Masa lalu terus memburunya
Harus bagaimana dia bertindak?
Dia saja tak tau
Apalagi hujan