Hot Pink Pointer Wavy Tail

Jumat, 22 Desember 2017

Catatan Hidup

Hai aku masih disini
Masih dengan kumpulan sepatah dua patah kata
Mencoba bergumul merangkai jadi satu skenario
Aku masih menjadi tokoh utama
Aku masih tetap membiarkannya semua berjalan sesuai alur yang ada
            Bagaimana mungkin aku bisa menentang semua yang sudah tersurat?
            Aku hanya manusia lemah
            Berpikir bahwa semua bisa teratasi bisa kulalui sendiri
            Tak ada satu pun yang benar-benar tahu kecuali ayah dan ibuku
            Serta Tuhanku yang menciptakan aku
Segala garis yang tertarik
Semua tetes darah penghabisan
Setumpuk khayalan-khayalan basi
Air mata yang terkuras
Keringat yang bercucuran
            Aku masih terus berjalan tanpa tujuan yang jelas
            Aku hanya sedang mengikuti apa yang sudah tertulis
            Harusnya aku tau tujuanku
            Tapi nyatanya aku masih meraba merangkak
            Aku tidak merengek hanya lelah saja
Tidak ada seorang pun yang mampu mengungkapkan perasaannya dengan benar
Termasuk aku disini sebagai tokoh utama
Aku berusaha terlihat nyaman di keadaan yang sebenarnya meresahkan
Aku berusaha terlihat biasa saja saat hal yang menjengkelkan terjadi
Saat yang menyedihkan terjadi
            Mereka menyebutku teman, tapi terkadang aku tidak merasa seperti itu
            Mereka menyebutku saudara, tapi terkadang aku tidak merasa seperti itu
            Mereka menyebutku sulit dilupakan (orang-orng dimasa lalu)
            Mereka mendekatiku mengatakan hal yang manis (atau aku yang terlalu larut)
            Tapi terkadang aku merasa aku buruk (karena mereka bersikap lain)
Aku tidak mengerti apa yang aku lakukan sampai dan selama 21 tahun ini
Ibuku pergi meninggalkanku meningalkan dunia fana ini
Aku hanya berdua dengan ayahku
Dimana aku selalu berdoa agar beliau terus bersamaku
Sampai aku menyelesaikan seluruh tanggung jawabku dan menerima hak ku sebagai anak
            Hati dan pikiranku tak pernah sejalan
            Tindakan yang kutampilkan jelas berbanding terbalik
            Aku merasa datar, kosong, abu-abu
            Tanpa arah tanpa petunjuk
            Tanpa tujuan pasti
Pada akhir hidup, kenyataannya semua orang ingin akhir yang bahagia
Meskipun terkadang Tuhan tak mengabulkan yang manusia inginkan
Tapi mempersiapkan yang manusia butuhkan
Ayahku selalu bilang tunggu saja waktunya Tuhan
Ibuku pernah bilang aku harus pandai memposisikan diriku
            Posisiku saat ini sebagai anak, remaja, dewasa awal, mahasiswi
            Berbagai peran kumainkan
            Berbagai topeng kukenakan
            Entah kapan ini berakhir
            Satu doaku, aku hanya ingin akhir yang indah
Sesuatu yang bisa kubagi dan berdampak
Sesuatu yang bisa dipelajari anak cucuku

Rabu, 20 Desember 2017

Catatan untuk Mamak

Hai mak, ibu, Nd. Karo kekelengenku, ibu Purba yang sangat cantik dan berhati lembut
Figura kam masih tetap tersenyum di ruang tamu
Menampilkan raut bahagia saat aku senang
Memunculkan raut sedih saat aku sedih atau membuat kesalahan
Fisik kam tak bersama kami tapi senyum kam selalu menghiasi kehangatan ruang tamu
            Maaf, jika aku sering bersedih beberapa hari ini
            Aku minim bersyukur dan selalu mengeluh
            Aku hanya tak tau kepada siapa aku harus berbagi dan bercerita semuanya
            Karena dulu seluruh kalimatku selalu tertuang pada kam mak
            Seluruh ekspresiku hanya kutampilakan secara leluarsa ketika bersamamu
Ayo tebak, sudah berapa tahun kah?
Tahun ini genap 4 tahun mak
Kami masih disini, masih sehat, aku masih kuliah dan bapak masih aktif pelayanan
Aku sebenarnya tak kuat jika harus menulis tentang kam
Maka dari itu aku lebih banyak menulis tentang cinta                       
            Masih ingat kam mak?
            Laki-laki yang selalu kuceritakan dan kusebut namanya selama 1 setengah tahun?
            Masih ingatkah dengan 2 laki-laki di roman cinta masa kecilku?
            Satu selalu menggunakan sepedanya dan bersiul untuk memberi tanda kehadirannya
            Satu ikut kebaktian di rumah setiap hari sabtu
Mereka saat ini sudah dewasa dan sama seperti anak gadis kam ini
Mulai meniti masa depan dan merajut keinginan-keinginan hidup sukses
Sama seperti aku saat ini meski terkadang malas melandaku
Tapi aku tetap masih memprioritaskan keinginan kam mak, keinginan kita
Karena hanya aku anak kam dan bapak, ini semua terasa berat untuk dijalani
            Andai aku memiliki abang kakak atau adik mungkin tak akan seberat ini
            Tapi setidaknya aku sadar satu hal bahwa ini rencana Tuhan
            Sebut namaku Yohana Gloria Sitompul
            Nama yang berarti kemegahan, murid Yesus yang melayani dengan harta
            Gloria, penuh sukacita dan nyanyi-nyanyian
Aku sadar mengapa aku selalu bernyanyi setiap hari
Mak, sadarkah kam saat ini usiaku sudah 21 tahun?
Aku jatuh, bangkit, menangis, mengeluh, terkadang bersyukur dan bertanya-tanya
Banyak hal yang sudah kujalani, kulalui dan kuterima atau kurelakan
Termasuk kepergian kam yang terpaksa harus kurelakan
            Ada banyak hal yang kusesali dalam hidup
            Tapi ada banyak juga hal yang sepatutnya kusyukuri
            Setidaknya 17 tahun sudah kita hidup bersama
            Entah mengapa Tuhan merancang semuanya tepat di usiaku 17 tahun
            Saat dimana seharusnya aku lebih-lebih membutuhkan kam
Aku dan bapak yang tadinya tak pernah cocok
Akhirnya pelan-pelan mulai belajar saling menerima satu sama lain
Mencoba mengalahkan keras kepala yang kami punya
Ya memang buah tak jatuh dari pohonnya
Kami keras kepala tapi hati sangat lembut dan diam-diam saling peduli
           
            Oh ya mak, aku sedang merasakan roman-romannya orang usia 20 an
            Ya sebenarnya sudah sejak kecil ya kan mak
            Tapi kali ini aku jatuh cinta dengan cara yang dewasa
            Mengagumi menyukai dengan cara yang dewasa
            Melupakan masa lalu dengan cara yang dewasa
Aku malu menyebut nama itu
Karna aku takut nantinya akan sama dengan laki-laki 1 setengah tahun itu
Entah kenapa mak aku selalu nyaman dengan mengagumi tanpa harus memiliki
Mungkinkah aku ada gangguan? Haha
Aku hanya mencoba sadar keadaanku mak
            Bapak berkata bahwa pendidikan adalah hal yang utama
            Cinta, menjalin hubungan akan ada waktunya
            Tapi aku yakin jika kam masih disini mak, pasti kam izinkan haha
            Wanita memang lebih mengerti
            Tapi pria juga peduli
Doakan aku disini mak dan bapak juga
Aku percaya kata orang bahwa setiap kali kita merasa beruntung, doa ibu kita telah didengar
Ada saja keberuntungan yang kudapat
Namun ada juga kegagalan dan kehilangan
Tapi aku masih bisa berdiri tegak mak
            Terima kasih untuk semuanya mak
            Maaf atas tempat persemayaman kam yang masih berbalut tanah
            Doakan agar kami ada rezeki ya mak

Aku Lega

Beberapa hari lalu, aku merasa sesuatu terganjal
Sesuatu yang membuat ada rasa sesak dan meringis
Ada sesuatu yang membebani pikiranku dan itu hal yang seharusnya memang tidak ada
Tapi semua berjalan begitu cepat hingga aku membiarkannya saja
Meskipun berkali kali aku menampar diriki sendiri mengatakan bahwa itu tak boleh
Aku tau dan paham betul posisiku saat ini dan bahkan di masa depan
Terima kasih jika akhirnya kita bisa bertemu
Terima kasih kita menjalani waktu-waktu yang baik bersama-sama
Terima kasih ada untukku dan membuatku jadi diri sendiri
Maaf jika aku tidak paham menurutmu
Sebenarnya aku pun mencoba tapi logikaku menolak
Ya intinya semua sudah tertuang
Secangkir kopi panas, pahit namun tetap kita teguk
Rasanya menolak untuk tertelan tapi memang harus
Kalimat andai kurasa tak berguna
Karena sebenarnya sama seperti yang kau bilang, semua sudah tertuliskan di buku kehidupan
Ya waktu dan tempat tak bisa berbohong sama seperti yang kau katakan
Karna keduanya tak bisa berbohong, aku mengandalkan diriku untuk membohongi semuanya
Membelakangi semua yang indah itu dengan punggungku
Mecoba berjalan dan menikmati apa yang sudah tertulis
Kita sudah lega sekarang
Semuanya sudah tersampaikan dan jika pun ada yang tertinggal, anggap aku tak ingin mengetahui dan mencari tau
Ya begitu juga denganmu
Aku hanya tak ingin larut
Aku sudah berenang melawan arus untuk sampai ke permukaan
Harapanku, aku tak menyelam terlalu dalam
Karena begini sudah lebih baik
Jangan lebih dan jangan kurang
Tapi aku yakin seiring waktu mungkin akan berkurang
Karena apa?
Karena kita berbeda
Aku berpayung biru muda di persimpangan jalan
Kau berpayung merah muda di ujung jalan
Aku berteman sepi
Kau berteman sesosok manusia
Itu, itu fakta dan diakhiri dengan kesimpulan
Kesimpulan yang kau sampaikan jika andai kita kenal lebih awal
Kesimpulan akhir yang aku pikirkan, aku selesai dengan perasaan yang terganjal
I’m done
ThE eNd

Aku Memaafkanmu

Aku memaafkanmu
Seperti hujan yang ikhlas membasahi tanah kering
Seperti matahari yang menghangatkan anak-anak kecil yang berlarian di taman
Aku memaafkanmu, kalian semua
Untuk semua orang yang pernah menyakitiku
Baik lewat perkataan, tindakan dan semuanya
Aku sadar bahwa tidak baik menyimpan kepahitan di dalam hati
Memanipulasi bahwa semua baik-baik saja
Tapi hati masih saja pahit dan menolak
Aku memaafkan kalian demi ketenangan jiwaku
Aku ingin hidup tentram damai
Sebelum waktunya datang merenggutku
Aku juga meminta maaf buat semua orang yang dahulu mungkin aku sakiti
Aku mohon maaf
Demi ketenangan rohaniku agar aku menjalani hidup dengan bahagia
Aku sadar betul hidup di dunia ini tidak lama
Sekejap kau bisa kehilangan semuanya
Maka dari itu, aku memaafkan dan mohon maaf buat semuanya
Aku percaya segala sesuatu terjadi baik adanya
Tapi itu jika aku merelakan semuanya terjadi sesuai rencanaNya
Buat teman, sahabat, mantan, mereka yang pernah ada di hatiku
Terima kasih buat tangis, sedih, kecewa, luka, bahagia, tawa, keceriaan yang kuterima

Rabu, 06 Desember 2017

Catatan Tengah Malam

Selalu ada saat dimana seseorang hanya ingin sendiri memikirkan semuanya di tengah malam yang larut
Berpikir terlalu jauh jauh melintasi apa yang diluar batasnya dan mulai berandai hidup bisa lebih baik dan memperbaiki semua kesalahan di masa lalu
Duduk sendiri bersama suara nyamuk ngiung ngiung dan angin malam yang menyusup diam-diam ke setiap sendi
Atau sekedar menikmati angin pantai beralaskan pasir putih menikmati matahari terbenam dan berteriak sekuat mungkin
Menaiki roller coaster dan berteriak merasakan terbang di atas ketinggan yang menantang adrenalinmu sendiri
Memanjat pohon hingga sampai ke batang-batangnya yang kokoh lalu menggoyang-goyangkan kaki dan melihat setiap daun yang jatuh
Pergi ke hamparan rumput dan tidur di atasnya lalu menatap jauh ke angkasa melihat langit biru dan bercumbu berdua dengan indahnya awan
Berkata aku sang pemangsa langit dan memecahkan keheningan yang membuatku jenuh dengan hidupku sendiri aku benar-benar membutuhkan oksigen baru dan angin segar untuk sekedar membangkitkan gairahku dalam hidup
Untuk sekedar menemukan makna hidup yang dahulu kukejar namun sekarang menghilang di telan semangat yang mulai meredup
Aku tak masalah sendiri karena aku terbiasa sendiri sejak kecil dan ayah ibu ku orang yang sibuk dahulu namun aku tak pernah kekurangan kasih sayang
Aku hanya terbiasa bertemankan sepi namun kali ini aku butuh energi baru
Sekedar membakar diri yang sudah mulai layu seperti musim gugur di korea selatan seperti pohon yang sudah puluhan tahun berdiri kokoh yang batangnya rantingnya daunnya mulai loyo
Benar setiap orang pasti pernah merasakan titik jenuh dalam hidup dan aku berada disini sekarang
Haaa aku hanya membutuhkan liburan dan persetan dengan perasaan melankolis ala anak muda yang berpikir kesepian berarti selalu konotasinya adalah cinta
Aku berbeda aku hanya membutuhkan liburan terserah kemana saja aku ingin menyegarkan kembali pikiranku yang sudah tandus karena terlalu banyak informasi yang masuk
Semakin tua semakin banyak muatan yang harus disimpan dan aku tidak bisa memaksanya jauh lebih dalam
Karena stiap orang juga butuh kesenangan kedamaian yang ada diri sendiri dan semilir angin