Hai aku masih disini
Masih dengan kumpulan sepatah dua patah kata
Mencoba bergumul merangkai jadi satu skenario
Aku masih menjadi tokoh utama
Aku masih tetap membiarkannya semua berjalan sesuai
alur yang ada
Bagaimana
mungkin aku bisa menentang semua yang sudah tersurat?
Aku
hanya manusia lemah
Berpikir
bahwa semua bisa teratasi bisa kulalui sendiri
Tak
ada satu pun yang benar-benar tahu kecuali ayah dan ibuku
Serta
Tuhanku yang menciptakan aku
Segala garis yang tertarik
Semua tetes darah penghabisan
Setumpuk khayalan-khayalan basi
Air mata yang terkuras
Keringat yang bercucuran
Aku
masih terus berjalan tanpa tujuan yang jelas
Aku
hanya sedang mengikuti apa yang sudah tertulis
Harusnya
aku tau tujuanku
Tapi
nyatanya aku masih meraba merangkak
Aku
tidak merengek hanya lelah saja
Tidak ada seorang pun yang mampu mengungkapkan
perasaannya dengan benar
Termasuk aku disini sebagai tokoh utama
Aku berusaha terlihat nyaman di keadaan yang
sebenarnya meresahkan
Aku berusaha terlihat biasa saja saat hal yang
menjengkelkan terjadi
Saat yang menyedihkan terjadi
Mereka
menyebutku teman, tapi terkadang aku tidak merasa seperti itu
Mereka
menyebutku saudara, tapi terkadang aku tidak merasa seperti itu
Mereka
menyebutku sulit dilupakan (orang-orng dimasa lalu)
Mereka
mendekatiku mengatakan hal yang manis (atau aku yang terlalu larut)
Tapi
terkadang aku merasa aku buruk (karena mereka bersikap lain)
Aku tidak mengerti apa yang aku lakukan sampai dan
selama 21 tahun ini
Ibuku pergi meninggalkanku meningalkan dunia fana
ini
Aku hanya berdua dengan ayahku
Dimana aku selalu berdoa agar beliau terus bersamaku
Sampai aku menyelesaikan seluruh tanggung jawabku
dan menerima hak ku sebagai anak
Hati
dan pikiranku tak pernah sejalan
Tindakan
yang kutampilkan jelas berbanding terbalik
Aku
merasa datar, kosong, abu-abu
Tanpa
arah tanpa petunjuk
Tanpa
tujuan pasti
Pada akhir hidup, kenyataannya semua orang ingin
akhir yang bahagia
Meskipun terkadang Tuhan tak mengabulkan yang
manusia inginkan
Tapi mempersiapkan yang manusia butuhkan
Ayahku selalu bilang tunggu saja waktunya Tuhan
Ibuku pernah bilang aku harus pandai memposisikan
diriku
Posisiku
saat ini sebagai anak, remaja, dewasa awal, mahasiswi
Berbagai
peran kumainkan
Berbagai
topeng kukenakan
Entah
kapan ini berakhir
Satu
doaku, aku hanya ingin akhir yang indah
Sesuatu yang bisa kubagi dan berdampak
Sesuatu yang bisa dipelajari anak cucuku
