Beberapa hari lalu, aku
merasa sesuatu terganjal
Sesuatu yang membuat
ada rasa sesak dan meringis
Ada sesuatu yang
membebani pikiranku dan itu hal yang seharusnya memang tidak ada
Tapi semua berjalan
begitu cepat hingga aku membiarkannya saja
Meskipun berkali kali
aku menampar diriki sendiri mengatakan bahwa itu tak boleh
Aku tau dan paham betul
posisiku saat ini dan bahkan di masa depan
Terima kasih jika
akhirnya kita bisa bertemu
Terima kasih kita
menjalani waktu-waktu yang baik bersama-sama
Terima kasih ada
untukku dan membuatku jadi diri sendiri
Maaf jika aku tidak
paham menurutmu
Sebenarnya aku pun
mencoba tapi logikaku menolak
Ya intinya semua sudah
tertuang
Secangkir kopi panas,
pahit namun tetap kita teguk
Rasanya menolak untuk tertelan
tapi memang harus
Kalimat andai kurasa
tak berguna
Karena sebenarnya sama
seperti yang kau bilang, semua sudah tertuliskan di buku kehidupan
Ya waktu dan tempat tak
bisa berbohong sama seperti yang kau katakan
Karna keduanya tak bisa
berbohong, aku mengandalkan diriku untuk membohongi semuanya
Membelakangi semua yang
indah itu dengan punggungku
Mecoba berjalan dan
menikmati apa yang sudah tertulis
Kita sudah lega
sekarang
Semuanya sudah
tersampaikan dan jika pun ada yang tertinggal, anggap aku tak ingin mengetahui
dan mencari tau
Ya begitu juga denganmu
Aku hanya tak ingin
larut
Aku sudah berenang
melawan arus untuk sampai ke permukaan
Harapanku, aku tak
menyelam terlalu dalam
Karena begini sudah
lebih baik
Jangan lebih dan jangan
kurang
Tapi aku yakin seiring
waktu mungkin akan berkurang
Karena apa?
Karena kita berbeda
Aku berpayung biru muda
di persimpangan jalan
Kau berpayung merah
muda di ujung jalan
Aku berteman sepi
Kau berteman sesosok
manusia
Itu, itu fakta dan
diakhiri dengan kesimpulan
Kesimpulan yang kau
sampaikan jika andai kita kenal lebih awal
Kesimpulan akhir yang
aku pikirkan, aku selesai dengan perasaan yang terganjal
I’m done
ThE eNd

0 komentar:
Posting Komentar