Hot Pink Pointer Wavy Tail

Sabtu, 02 September 2017

Aku Mengikhlaskanmu

Aku mengikhlaskanmu
Seikhlas hujan yang turun disaat pagi buta, seikhlas semburat senja yang menghiasi langit sore
Aku melepaskanmu
Seperti semilir angin di ufuk timur pada pagi hari
Seperti semilir angin sore di ufuk barat saat matahari terlelap dalam peraduannya
Hati ini baik-baik saja meski sedikit harus menahan luka
Memar memerah darah, biru membiru cakrawala saat kita duduk di singgahsana taman hati
Ku tau hati tak bisa dibagi, konon dicuil sedikitpun tak mungkin bagiku
Ibaratkan sebatang pohon sudah menancap terlalu dalam, akar cintamu yang begitu kuat
Berteduh saja dibawahnya pun aku merasa begitu kecil
Alangkah lebih baik memandangnya saja dari kejauhan
Mencoba meresapi rindangnya andai aku berada disitu
Hatimu terpatri oleh sebuah jejak waktu selama ribuan hari yang sudah engkau lewati
Bahkan tak bisa disandingkan dengan aku yang jari saja masih cukup untuk menghitungnya
Aku benar benar mengikhlaskan
Tak lagi hanya sebuah kiasan yang indah namun meringis pilu dalam hati
Tak lagi hanya sebuah penguatan di dalam diri
Kuyakin semesta memberi kan bahagia
Kuyakin semesta membiarkan kita melupakan setiap menit yang sudah terlewati di masa lalu
Hingga akhirnya sampai kita satu sama lain berani untuk bersikap dewasa dan berteman selayaknya langit yang tak pernah membenci hujan
Selayaknya siang yang tak pernah membenci malam