Yang salah hanyalah mengapa seperti itu?
Bagimana bisa terjadi?
Hanya sebatas itu.
Dan jangan pernah ber andai bahwa balon yang sudah lepas talinya dari genggamanmu dapat kau ambil kembali
Kecuali kau miliki sayap
Sayang, kau bukan malaikat.
Hanya penunggu atau mungkin penuntun ke dimensi yang kau maksud.
Jikapun dapat dilalui lagi mungkin saja ada sekat diantaranya.
Apa sekat itu?
Tanyakan saja pada angin yang berhembus di dekat lehermu.
Dia pasti membisikkannya untukmu.
Jangan kaget.
Karena kenyataan tak kan menanyakan
"Apa kau baik-baik saja jika seperti ini?"
