Biarkan saja.
Biarkan angin sore menghembus rambutku.
Membiarkannya terkibas mengikuti arah angin.
Mungkin aku akan terlihat cantik.
Secantik langit sore ini.
Tak usah hiraukan daun-daun kering yang berjatuhan di atas kepalaku.
Anggap saja mereka adalah puing-puing mahkota untukku.
Memperindah kepalaku.
Bukankah aku terlihat seperti ratu?
Rebahkan.
Aku rebahkan saja tubuhku di rerumputan ini.
Menghirup aromanya yang baru saja di guyur hujan.
Merasakan tenangnya berada disini.
Pasti aku terlihat seperti sedang berada di tempat tidur kerajaan kan?
Dengarkan saja.
Aku sedang mendengarkan nyanyian burung gereja.
Terdengar merdu dan menyenangkan bukan?
Itu seperti kidung-kidung yang sering diperdengarkan di istana kan?
It Was A Fairytale
Senin, 13 Oktober 2014
Jumat, 10 Januari 2014
Aku Pergi
Aku pergi .
Pergi melangkahkan kakiku dari sini .
Dari tempat ini .
Tempat dimana kita 'dulu' pernah bercengkrama .
Pernah tertawa dan pernah berbagi kisah .
Aku sudah tak pantas berada disini .
Suasana sudah berbeda .
Tawa tak lagi bergema, senyum tak lagi terlihat dan tatapan mata tak lagi terasa hangat .
Status sudah berbeda .
Waktu yang cukup lama yang pernah membuat kita terpisah, menciptakan satu kisah baru bersama dengan insan yang lain .
Pertemuan dimasa lampau memang lama .
Tapi waktu saat kita memadu kasih cukup singkat .
Setelah itu kita tak pernah saling bertatapan .
Bertahun-tahun tak pernah kulihat rupamu .
Bertahun-tahun pula aku tak pernah tau bagaimana sebenarnya dirimu dan kisah hidupmu .
Dibeberapa tahun yang lalu, kau menjalin cinta dengan seorang wanita .
Wanita yang kau kenal disaat kau mulai dewasa baik secara fisik dan psikis .
Wanita itu tau betul siapa dirimu .
Bagaimana saat kau marah, bagaimana saat kau bersama teman sepermainanmu dan bagaimana caramu mencintai seorang wanita .
Dia tau banyak sekali tentangmu dan aku hanya sedikit saja yang aku ketahui .
Setelah itu kalian berpisah karna kau pergi ke kota orang dan tinggal bersama saudara kandungmu .
Kau kembali lagi ke kota dimana kau pertama kali mengenal kata 'cinta' dan 'pacaran' saat bersamaku dan saat kau menjalin hubungan dengan wanita itu .
Lalu kalian menjalin hubungan lagi dan aku tak pernah tau .
Aku dan kau punya kehidupan masing-masing .
Ya, mungkin itu yang membuat aku tak tau banyak hal tentangmu sayang .
Dan sekarang, dimasa remaja kita ini kau pun datang kembali .
Ke tempat ini, dirumah ini .
Ternyata kau datang hanya karna merasa kasihan denganku yang baru saja dipertemukan dengan 'kematian' seorang wanita yang sangat kucintai dan kukagumi .
Mama .
Ya, hanya sebatas itu saja .
Tapi kita semakin dekat .
Kau menjalin komunikasi yang baik denganku dan mau berkunjung kerumahku setelah sekian tahun tak bertegur sapa .
Hingga akhirnya konflik itu muncul .
Iya, aku salah .
Aku berusaha meminta maaf padamu dan kau mengacuhkannya .
Terakhir aku ambil keputusan untuk menjauhimu dan tak akan menghubungimu .
Lalu kau mengirimkan sebuah pesan singkat yang berisikan
"Aku ga bilang ga akan hubungi kau kan .
Dan aku juga ga bilang aku ga akan datang kerumahmu lagi .
Aku cuma mau kau menyadari apa yang kau buat .
Nanti aku yang sms kau duluan kalau udah sadar . Tapi itu semua butuh waktu "
Ya, itu pesan singkat darimu .
Aku tak ingin membahas tentang hal itu .
Aku sadar aku salah tapi kau tetap sama saja .
Lalu aku mulai membahas tentang wanita itu .
Wanita yang tau banyak hal tentangmu .
Aku yakin dia bisa membuatmu bahagia .
Karena dia tau betul siapa dirimu .
Kalian lebih lama menjalin hubungan .
Bahkan sempat terpisah, lalu kembali lagi .
Ya, kembali lagi .
Aku memang cinta pertamamu .
Tapi aku tak tau banyak tentangmu .
Yang aku tau kau hanya pria penuh perhatian .
Ya, hanya itu .
Hanya itu sayang .
Ah, sudahlah .
Terima kasih untuk segalanya .
Aku pergi .
Pergi demi kebaikan hidupmu .
Pergi melanjutkan waktu yang tersisa .
*A.J.B
Pergi melangkahkan kakiku dari sini .
Dari tempat ini .
Tempat dimana kita 'dulu' pernah bercengkrama .
Pernah tertawa dan pernah berbagi kisah .
Aku sudah tak pantas berada disini .
Suasana sudah berbeda .
Tawa tak lagi bergema, senyum tak lagi terlihat dan tatapan mata tak lagi terasa hangat .
Status sudah berbeda .
Waktu yang cukup lama yang pernah membuat kita terpisah, menciptakan satu kisah baru bersama dengan insan yang lain .
Pertemuan dimasa lampau memang lama .
Tapi waktu saat kita memadu kasih cukup singkat .
Setelah itu kita tak pernah saling bertatapan .
Bertahun-tahun tak pernah kulihat rupamu .
Bertahun-tahun pula aku tak pernah tau bagaimana sebenarnya dirimu dan kisah hidupmu .
Dibeberapa tahun yang lalu, kau menjalin cinta dengan seorang wanita .
Wanita yang kau kenal disaat kau mulai dewasa baik secara fisik dan psikis .
Wanita itu tau betul siapa dirimu .
Bagaimana saat kau marah, bagaimana saat kau bersama teman sepermainanmu dan bagaimana caramu mencintai seorang wanita .
Dia tau banyak sekali tentangmu dan aku hanya sedikit saja yang aku ketahui .
Setelah itu kalian berpisah karna kau pergi ke kota orang dan tinggal bersama saudara kandungmu .
Kau kembali lagi ke kota dimana kau pertama kali mengenal kata 'cinta' dan 'pacaran' saat bersamaku dan saat kau menjalin hubungan dengan wanita itu .
Lalu kalian menjalin hubungan lagi dan aku tak pernah tau .
Aku dan kau punya kehidupan masing-masing .
Ya, mungkin itu yang membuat aku tak tau banyak hal tentangmu sayang .
Dan sekarang, dimasa remaja kita ini kau pun datang kembali .
Ke tempat ini, dirumah ini .
Ternyata kau datang hanya karna merasa kasihan denganku yang baru saja dipertemukan dengan 'kematian' seorang wanita yang sangat kucintai dan kukagumi .
Mama .
Ya, hanya sebatas itu saja .
Tapi kita semakin dekat .
Kau menjalin komunikasi yang baik denganku dan mau berkunjung kerumahku setelah sekian tahun tak bertegur sapa .
Hingga akhirnya konflik itu muncul .
Iya, aku salah .
Aku berusaha meminta maaf padamu dan kau mengacuhkannya .
Terakhir aku ambil keputusan untuk menjauhimu dan tak akan menghubungimu .
Lalu kau mengirimkan sebuah pesan singkat yang berisikan
"Aku ga bilang ga akan hubungi kau kan .
Dan aku juga ga bilang aku ga akan datang kerumahmu lagi .
Aku cuma mau kau menyadari apa yang kau buat .
Nanti aku yang sms kau duluan kalau udah sadar . Tapi itu semua butuh waktu "
Ya, itu pesan singkat darimu .
Aku tak ingin membahas tentang hal itu .
Aku sadar aku salah tapi kau tetap sama saja .
Lalu aku mulai membahas tentang wanita itu .
Wanita yang tau banyak hal tentangmu .
Aku yakin dia bisa membuatmu bahagia .
Karena dia tau betul siapa dirimu .
Kalian lebih lama menjalin hubungan .
Bahkan sempat terpisah, lalu kembali lagi .
Ya, kembali lagi .
Aku memang cinta pertamamu .
Tapi aku tak tau banyak tentangmu .
Yang aku tau kau hanya pria penuh perhatian .
Ya, hanya itu .
Hanya itu sayang .
Ah, sudahlah .
Terima kasih untuk segalanya .
Aku pergi .
Pergi demi kebaikan hidupmu .
Pergi melanjutkan waktu yang tersisa .
*A.J.B
Langganan:
Postingan (Atom)
