Hot Pink Pointer Wavy Tail

Senin, 09 Oktober 2017

Pria Bersuara Hangat

30 September 2017
23:08
Aku percaya takdir
Beribu jejak waktu terlewati, hari berganti hari, bulan dan tahun, kau masih dalam sebuah dunia yang berbatas sekat maya
Dunia yang sepenuhnya tak bisa dpercayai, tapi aku bertemu denganmu
Lelaki berhati lembut seperti alunan gitar dengan melodi manis
Tak layak aku menilai saat itu karena wajah yang tak bertatap langsung
Tapi hati ini yakin kau lelaki yang baik
Kusampaikan maaf jika aku bukanlah gadis yang ramah
Pada saat itu begitu banyak peristiwa yang merenggut ragaku untuk terpaku ke dunia nyata
Semua percakapan yang intens berlangsung dari 2012, terhenti di tahun 2015
Diawali olehku, seorang gadis yang entah apa dalam pikirannya, ia menanyakan sebuah akun sosial media yang tak kusangka akan disambut
Akhirnya berlanjut terus dan meski sempat terhenti dan mungkin sempat saling melupakan, kita bertemu kembali di dunia maya yang lain dan sesekali di dunia nyata
Jika boleh aku berpikir, sebenarnya ini aneh
Fakta bahwa kita hanya saling mengenai di dunia maya, bisa bertemu di dunia nyata
Maafku sebelumnya jika aku tak begitu murah senyum
Aku hanya malu memberikan senyum pada seseorang yang kurang memiliki kedekatan
Tapi belakangan, kita saling melemparkan senyum
Lalu berlalu, waktu berusaha dengan segala upaya mendekatkan jarak yang jauh
Siapakah pria ini?
Sosoknya sudah lama kuketahui, namun hadirnya baru terasa di penghujung tahun ini
Siapakah pria ini?
Izinkan ku sebut dia pria dengan suara yang hangat
Pertama kali mendengar suaranya, aku berpikir apa ini benar suaranya (?)
Bila kuingat lagu D’cinnamon – Loving You, ia berkata “super electrical voices”
Aku merasa suara dia tepat mendapat julukan itu
Seperti hujan yang turun di tanah yang bermandikan terik matahari
Alunan gitar pun senada dengan suaranya
Permainan yang aku bisa pastikan, siapapun yang mendengarnya akan luluh
Kemana saja selama ini? Kau seperti embun di pagi hari
Selalu sama dan menghangatkan jiwa
Menenangkan setiap resah yang dilewati
Seperti merengkuh senja dalam pelukan malam
Aku terhanyut dalam setiap kata yang terlontar dari mulutnya
Waiting for your, call I’m sick, call I’m    angry
Call I’m desperate for your voice
Listening to the song we used to sing
In the car, do you remember butterfly, early summer
It’s playing on repeat, just like when we would meet
Like when we would meet
Pada akhirnya, nona dan tuan itu bertemu dalam satu jejak waktu yang memaku mereka dalam sebuah cerita yang baru saja dimulai
Semoga ini tak berakhir konon hilang

Rabu, 04 Oktober 2017

Catatan terakhir

Seumpamanya langit yang selalu tersenyum
Aku pun demikian pula
Pada akhirnya semua akan terbiasa dan membiasakan
Pada akhirnya pula, jalan ini memang yang terbaik
Saat kita tak bisa terlalu jauh memaksakan diri
Saat kita sadar bahwa semuanya hanya sia-sia
Tapi tak bisa kupungkiri, memang semuanya indah dahulu
Kau membuat diriku benar-benar bahagia meski harus bersembunyi dari orang-orang yang tak menginginkan ini
Aku menemukan diriku yang lebih berwarna
Kini, biarlah semua hanya menggenang di dalam kenangan
Aku menghidupi hidupku dan begitu pula dirimu
Aku percaya kalimatmu bahwa aku akan menemukan yang terbaik
Aku selalu setia berdoa kepada Tuhanku untuk itu
Hidupku saat ini sudah tenang aku harap juga hidupmu
Kau tak lagi harus berlarut dalam perasaan yang mendua
Aku pun tak harus menyakiti diriku lebih dalam
Maaf jika aku bersikap seperti orang asing
Aku hanya memberi penguatan untuk diriku sendiri
Aku takut jika aku akan kembali menyakiti diriku dalam kesedihan
Aku menulis ini sebagai salam dariku atas perpisahan yang tidak terlalu mengenakkan
Baru ini aku merasakan diriku mantap menuliskan catatan terakhirku tentang dirimu
Terima kasih
Hiduplah lebih baik