Hot Pink Pointer Wavy Tail

Jumat, 22 Desember 2017

Catatan Hidup

Hai aku masih disini
Masih dengan kumpulan sepatah dua patah kata
Mencoba bergumul merangkai jadi satu skenario
Aku masih menjadi tokoh utama
Aku masih tetap membiarkannya semua berjalan sesuai alur yang ada
            Bagaimana mungkin aku bisa menentang semua yang sudah tersurat?
            Aku hanya manusia lemah
            Berpikir bahwa semua bisa teratasi bisa kulalui sendiri
            Tak ada satu pun yang benar-benar tahu kecuali ayah dan ibuku
            Serta Tuhanku yang menciptakan aku
Segala garis yang tertarik
Semua tetes darah penghabisan
Setumpuk khayalan-khayalan basi
Air mata yang terkuras
Keringat yang bercucuran
            Aku masih terus berjalan tanpa tujuan yang jelas
            Aku hanya sedang mengikuti apa yang sudah tertulis
            Harusnya aku tau tujuanku
            Tapi nyatanya aku masih meraba merangkak
            Aku tidak merengek hanya lelah saja
Tidak ada seorang pun yang mampu mengungkapkan perasaannya dengan benar
Termasuk aku disini sebagai tokoh utama
Aku berusaha terlihat nyaman di keadaan yang sebenarnya meresahkan
Aku berusaha terlihat biasa saja saat hal yang menjengkelkan terjadi
Saat yang menyedihkan terjadi
            Mereka menyebutku teman, tapi terkadang aku tidak merasa seperti itu
            Mereka menyebutku saudara, tapi terkadang aku tidak merasa seperti itu
            Mereka menyebutku sulit dilupakan (orang-orng dimasa lalu)
            Mereka mendekatiku mengatakan hal yang manis (atau aku yang terlalu larut)
            Tapi terkadang aku merasa aku buruk (karena mereka bersikap lain)
Aku tidak mengerti apa yang aku lakukan sampai dan selama 21 tahun ini
Ibuku pergi meninggalkanku meningalkan dunia fana ini
Aku hanya berdua dengan ayahku
Dimana aku selalu berdoa agar beliau terus bersamaku
Sampai aku menyelesaikan seluruh tanggung jawabku dan menerima hak ku sebagai anak
            Hati dan pikiranku tak pernah sejalan
            Tindakan yang kutampilkan jelas berbanding terbalik
            Aku merasa datar, kosong, abu-abu
            Tanpa arah tanpa petunjuk
            Tanpa tujuan pasti
Pada akhir hidup, kenyataannya semua orang ingin akhir yang bahagia
Meskipun terkadang Tuhan tak mengabulkan yang manusia inginkan
Tapi mempersiapkan yang manusia butuhkan
Ayahku selalu bilang tunggu saja waktunya Tuhan
Ibuku pernah bilang aku harus pandai memposisikan diriku
            Posisiku saat ini sebagai anak, remaja, dewasa awal, mahasiswi
            Berbagai peran kumainkan
            Berbagai topeng kukenakan
            Entah kapan ini berakhir
            Satu doaku, aku hanya ingin akhir yang indah
Sesuatu yang bisa kubagi dan berdampak
Sesuatu yang bisa dipelajari anak cucuku

Rabu, 20 Desember 2017

Catatan untuk Mamak

Hai mak, ibu, Nd. Karo kekelengenku, ibu Purba yang sangat cantik dan berhati lembut
Figura kam masih tetap tersenyum di ruang tamu
Menampilkan raut bahagia saat aku senang
Memunculkan raut sedih saat aku sedih atau membuat kesalahan
Fisik kam tak bersama kami tapi senyum kam selalu menghiasi kehangatan ruang tamu
            Maaf, jika aku sering bersedih beberapa hari ini
            Aku minim bersyukur dan selalu mengeluh
            Aku hanya tak tau kepada siapa aku harus berbagi dan bercerita semuanya
            Karena dulu seluruh kalimatku selalu tertuang pada kam mak
            Seluruh ekspresiku hanya kutampilakan secara leluarsa ketika bersamamu
Ayo tebak, sudah berapa tahun kah?
Tahun ini genap 4 tahun mak
Kami masih disini, masih sehat, aku masih kuliah dan bapak masih aktif pelayanan
Aku sebenarnya tak kuat jika harus menulis tentang kam
Maka dari itu aku lebih banyak menulis tentang cinta                       
            Masih ingat kam mak?
            Laki-laki yang selalu kuceritakan dan kusebut namanya selama 1 setengah tahun?
            Masih ingatkah dengan 2 laki-laki di roman cinta masa kecilku?
            Satu selalu menggunakan sepedanya dan bersiul untuk memberi tanda kehadirannya
            Satu ikut kebaktian di rumah setiap hari sabtu
Mereka saat ini sudah dewasa dan sama seperti anak gadis kam ini
Mulai meniti masa depan dan merajut keinginan-keinginan hidup sukses
Sama seperti aku saat ini meski terkadang malas melandaku
Tapi aku tetap masih memprioritaskan keinginan kam mak, keinginan kita
Karena hanya aku anak kam dan bapak, ini semua terasa berat untuk dijalani
            Andai aku memiliki abang kakak atau adik mungkin tak akan seberat ini
            Tapi setidaknya aku sadar satu hal bahwa ini rencana Tuhan
            Sebut namaku Yohana Gloria Sitompul
            Nama yang berarti kemegahan, murid Yesus yang melayani dengan harta
            Gloria, penuh sukacita dan nyanyi-nyanyian
Aku sadar mengapa aku selalu bernyanyi setiap hari
Mak, sadarkah kam saat ini usiaku sudah 21 tahun?
Aku jatuh, bangkit, menangis, mengeluh, terkadang bersyukur dan bertanya-tanya
Banyak hal yang sudah kujalani, kulalui dan kuterima atau kurelakan
Termasuk kepergian kam yang terpaksa harus kurelakan
            Ada banyak hal yang kusesali dalam hidup
            Tapi ada banyak juga hal yang sepatutnya kusyukuri
            Setidaknya 17 tahun sudah kita hidup bersama
            Entah mengapa Tuhan merancang semuanya tepat di usiaku 17 tahun
            Saat dimana seharusnya aku lebih-lebih membutuhkan kam
Aku dan bapak yang tadinya tak pernah cocok
Akhirnya pelan-pelan mulai belajar saling menerima satu sama lain
Mencoba mengalahkan keras kepala yang kami punya
Ya memang buah tak jatuh dari pohonnya
Kami keras kepala tapi hati sangat lembut dan diam-diam saling peduli
           
            Oh ya mak, aku sedang merasakan roman-romannya orang usia 20 an
            Ya sebenarnya sudah sejak kecil ya kan mak
            Tapi kali ini aku jatuh cinta dengan cara yang dewasa
            Mengagumi menyukai dengan cara yang dewasa
            Melupakan masa lalu dengan cara yang dewasa
Aku malu menyebut nama itu
Karna aku takut nantinya akan sama dengan laki-laki 1 setengah tahun itu
Entah kenapa mak aku selalu nyaman dengan mengagumi tanpa harus memiliki
Mungkinkah aku ada gangguan? Haha
Aku hanya mencoba sadar keadaanku mak
            Bapak berkata bahwa pendidikan adalah hal yang utama
            Cinta, menjalin hubungan akan ada waktunya
            Tapi aku yakin jika kam masih disini mak, pasti kam izinkan haha
            Wanita memang lebih mengerti
            Tapi pria juga peduli
Doakan aku disini mak dan bapak juga
Aku percaya kata orang bahwa setiap kali kita merasa beruntung, doa ibu kita telah didengar
Ada saja keberuntungan yang kudapat
Namun ada juga kegagalan dan kehilangan
Tapi aku masih bisa berdiri tegak mak
            Terima kasih untuk semuanya mak
            Maaf atas tempat persemayaman kam yang masih berbalut tanah
            Doakan agar kami ada rezeki ya mak

Aku Lega

Beberapa hari lalu, aku merasa sesuatu terganjal
Sesuatu yang membuat ada rasa sesak dan meringis
Ada sesuatu yang membebani pikiranku dan itu hal yang seharusnya memang tidak ada
Tapi semua berjalan begitu cepat hingga aku membiarkannya saja
Meskipun berkali kali aku menampar diriki sendiri mengatakan bahwa itu tak boleh
Aku tau dan paham betul posisiku saat ini dan bahkan di masa depan
Terima kasih jika akhirnya kita bisa bertemu
Terima kasih kita menjalani waktu-waktu yang baik bersama-sama
Terima kasih ada untukku dan membuatku jadi diri sendiri
Maaf jika aku tidak paham menurutmu
Sebenarnya aku pun mencoba tapi logikaku menolak
Ya intinya semua sudah tertuang
Secangkir kopi panas, pahit namun tetap kita teguk
Rasanya menolak untuk tertelan tapi memang harus
Kalimat andai kurasa tak berguna
Karena sebenarnya sama seperti yang kau bilang, semua sudah tertuliskan di buku kehidupan
Ya waktu dan tempat tak bisa berbohong sama seperti yang kau katakan
Karna keduanya tak bisa berbohong, aku mengandalkan diriku untuk membohongi semuanya
Membelakangi semua yang indah itu dengan punggungku
Mecoba berjalan dan menikmati apa yang sudah tertulis
Kita sudah lega sekarang
Semuanya sudah tersampaikan dan jika pun ada yang tertinggal, anggap aku tak ingin mengetahui dan mencari tau
Ya begitu juga denganmu
Aku hanya tak ingin larut
Aku sudah berenang melawan arus untuk sampai ke permukaan
Harapanku, aku tak menyelam terlalu dalam
Karena begini sudah lebih baik
Jangan lebih dan jangan kurang
Tapi aku yakin seiring waktu mungkin akan berkurang
Karena apa?
Karena kita berbeda
Aku berpayung biru muda di persimpangan jalan
Kau berpayung merah muda di ujung jalan
Aku berteman sepi
Kau berteman sesosok manusia
Itu, itu fakta dan diakhiri dengan kesimpulan
Kesimpulan yang kau sampaikan jika andai kita kenal lebih awal
Kesimpulan akhir yang aku pikirkan, aku selesai dengan perasaan yang terganjal
I’m done
ThE eNd

Aku Memaafkanmu

Aku memaafkanmu
Seperti hujan yang ikhlas membasahi tanah kering
Seperti matahari yang menghangatkan anak-anak kecil yang berlarian di taman
Aku memaafkanmu, kalian semua
Untuk semua orang yang pernah menyakitiku
Baik lewat perkataan, tindakan dan semuanya
Aku sadar bahwa tidak baik menyimpan kepahitan di dalam hati
Memanipulasi bahwa semua baik-baik saja
Tapi hati masih saja pahit dan menolak
Aku memaafkan kalian demi ketenangan jiwaku
Aku ingin hidup tentram damai
Sebelum waktunya datang merenggutku
Aku juga meminta maaf buat semua orang yang dahulu mungkin aku sakiti
Aku mohon maaf
Demi ketenangan rohaniku agar aku menjalani hidup dengan bahagia
Aku sadar betul hidup di dunia ini tidak lama
Sekejap kau bisa kehilangan semuanya
Maka dari itu, aku memaafkan dan mohon maaf buat semuanya
Aku percaya segala sesuatu terjadi baik adanya
Tapi itu jika aku merelakan semuanya terjadi sesuai rencanaNya
Buat teman, sahabat, mantan, mereka yang pernah ada di hatiku
Terima kasih buat tangis, sedih, kecewa, luka, bahagia, tawa, keceriaan yang kuterima

Rabu, 06 Desember 2017

Catatan Tengah Malam

Selalu ada saat dimana seseorang hanya ingin sendiri memikirkan semuanya di tengah malam yang larut
Berpikir terlalu jauh jauh melintasi apa yang diluar batasnya dan mulai berandai hidup bisa lebih baik dan memperbaiki semua kesalahan di masa lalu
Duduk sendiri bersama suara nyamuk ngiung ngiung dan angin malam yang menyusup diam-diam ke setiap sendi
Atau sekedar menikmati angin pantai beralaskan pasir putih menikmati matahari terbenam dan berteriak sekuat mungkin
Menaiki roller coaster dan berteriak merasakan terbang di atas ketinggan yang menantang adrenalinmu sendiri
Memanjat pohon hingga sampai ke batang-batangnya yang kokoh lalu menggoyang-goyangkan kaki dan melihat setiap daun yang jatuh
Pergi ke hamparan rumput dan tidur di atasnya lalu menatap jauh ke angkasa melihat langit biru dan bercumbu berdua dengan indahnya awan
Berkata aku sang pemangsa langit dan memecahkan keheningan yang membuatku jenuh dengan hidupku sendiri aku benar-benar membutuhkan oksigen baru dan angin segar untuk sekedar membangkitkan gairahku dalam hidup
Untuk sekedar menemukan makna hidup yang dahulu kukejar namun sekarang menghilang di telan semangat yang mulai meredup
Aku tak masalah sendiri karena aku terbiasa sendiri sejak kecil dan ayah ibu ku orang yang sibuk dahulu namun aku tak pernah kekurangan kasih sayang
Aku hanya terbiasa bertemankan sepi namun kali ini aku butuh energi baru
Sekedar membakar diri yang sudah mulai layu seperti musim gugur di korea selatan seperti pohon yang sudah puluhan tahun berdiri kokoh yang batangnya rantingnya daunnya mulai loyo
Benar setiap orang pasti pernah merasakan titik jenuh dalam hidup dan aku berada disini sekarang
Haaa aku hanya membutuhkan liburan dan persetan dengan perasaan melankolis ala anak muda yang berpikir kesepian berarti selalu konotasinya adalah cinta
Aku berbeda aku hanya membutuhkan liburan terserah kemana saja aku ingin menyegarkan kembali pikiranku yang sudah tandus karena terlalu banyak informasi yang masuk
Semakin tua semakin banyak muatan yang harus disimpan dan aku tidak bisa memaksanya jauh lebih dalam
Karena stiap orang juga butuh kesenangan kedamaian yang ada diri sendiri dan semilir angin

Jumat, 17 November 2017

Pilihan Hidup

Bukankah hidup adalah pilihan?
Setiap orang bebas untuk memilih apakah mengikuti ego atau mengabaikannya
Keduanya punya konsekuensi tapi ya begitulah hidup
Sekalipun itu sulit, setiap orang harus memilih
Tidak semua hal bisa direngkuh
Terkadang ada beberapa yang harus di lepaskan
Ego adalah jati diri manusia
Ketika seseorang bersikap berbeda dari yang biasanya, mungkin ia sedang melawan ego nya
Ia berperang dengan dirinya sendiri
Ketika itu berlawanan, saat itu lah seseorang menjadi dirinya yang cukup berani
Meskipun itu mungkin bukanlah yang dia inginkan, tapi itu yang terbaik
Setiap pilihan memang punya konsekuensi
Tapi ada makna yang bisa diambil dari setiap pilihan, bukan?
Menjadi dewasa bukan sesuatu yang mudah
Harus siap untuk melepaskan dan melanjutkan hidup
Semua manusia pantas untuk bahagia
Jangan menyakiti diri sendiri hanya karna ego yang terlalu tinggi
Bukan hanya diri sendiri tapi orang lain juga akan disulitkan ketika seseorang mengikuti ego nya
Jadi berbahagialah dengan setiap pilihan yang sudah dibuat
You deserve better
Semua orang pantas mendapatkan yang terbaik dari setiap keputusan di hidupnya
Jika suatu waktu seseorang menyesali keputusan yang telah dibuatnya karna ia mengabaikan ego nya, kuatlah semua akan indah pada waktunya
Kita hanya perlu melatih diri untuk lebih tangguh dari yang sebelumnya
Melatih diri untuk hidup lebih baik
Melatih diri untuk mandiri
Mulailah dari hal kecil seperti bangun di pagi hari, sarapan dengan makanan yang sehat, berdoa di pagi dan malam hari, dengarkan lagu yang kau suka
Maka semua akan baik-baik saja
Terserah orang mau berkata apa, kita sudah jadi pemenang untuk diri sendiri
Dan lihatlah bahwa hidupmu sudah bahagia dan pantas untuk lebih bahagia lagi
Berterima kasihlah kepada orang-orang yang sudah menyakitimu atau membahagiakanmu
Doakan mereka agar bisa hidup dengan tenang
Berbaiklah kepada hatimu sendiri, jangan menyimpan kepahitan
Lepaskan pengampunan dan berdamailah dengan diri sendiri
Setelahnya, baru bisa berdamai dengan orang lain
Setiap orang punya unfinished business yang harus diselesaikan
Kembali lagi kepada kita apakah mau menyelesaikannya atau mengabaikannya
Jika kalian bertanya kepadaku, aku akan menjawab aku menyelesaikannya
Tapi...
Aku menunggu waktu yang tepat Tuhan berikan untukku

Senin, 09 Oktober 2017

Pria Bersuara Hangat

30 September 2017
23:08
Aku percaya takdir
Beribu jejak waktu terlewati, hari berganti hari, bulan dan tahun, kau masih dalam sebuah dunia yang berbatas sekat maya
Dunia yang sepenuhnya tak bisa dpercayai, tapi aku bertemu denganmu
Lelaki berhati lembut seperti alunan gitar dengan melodi manis
Tak layak aku menilai saat itu karena wajah yang tak bertatap langsung
Tapi hati ini yakin kau lelaki yang baik
Kusampaikan maaf jika aku bukanlah gadis yang ramah
Pada saat itu begitu banyak peristiwa yang merenggut ragaku untuk terpaku ke dunia nyata
Semua percakapan yang intens berlangsung dari 2012, terhenti di tahun 2015
Diawali olehku, seorang gadis yang entah apa dalam pikirannya, ia menanyakan sebuah akun sosial media yang tak kusangka akan disambut
Akhirnya berlanjut terus dan meski sempat terhenti dan mungkin sempat saling melupakan, kita bertemu kembali di dunia maya yang lain dan sesekali di dunia nyata
Jika boleh aku berpikir, sebenarnya ini aneh
Fakta bahwa kita hanya saling mengenai di dunia maya, bisa bertemu di dunia nyata
Maafku sebelumnya jika aku tak begitu murah senyum
Aku hanya malu memberikan senyum pada seseorang yang kurang memiliki kedekatan
Tapi belakangan, kita saling melemparkan senyum
Lalu berlalu, waktu berusaha dengan segala upaya mendekatkan jarak yang jauh
Siapakah pria ini?
Sosoknya sudah lama kuketahui, namun hadirnya baru terasa di penghujung tahun ini
Siapakah pria ini?
Izinkan ku sebut dia pria dengan suara yang hangat
Pertama kali mendengar suaranya, aku berpikir apa ini benar suaranya (?)
Bila kuingat lagu D’cinnamon – Loving You, ia berkata “super electrical voices”
Aku merasa suara dia tepat mendapat julukan itu
Seperti hujan yang turun di tanah yang bermandikan terik matahari
Alunan gitar pun senada dengan suaranya
Permainan yang aku bisa pastikan, siapapun yang mendengarnya akan luluh
Kemana saja selama ini? Kau seperti embun di pagi hari
Selalu sama dan menghangatkan jiwa
Menenangkan setiap resah yang dilewati
Seperti merengkuh senja dalam pelukan malam
Aku terhanyut dalam setiap kata yang terlontar dari mulutnya
Waiting for your, call I’m sick, call I’m    angry
Call I’m desperate for your voice
Listening to the song we used to sing
In the car, do you remember butterfly, early summer
It’s playing on repeat, just like when we would meet
Like when we would meet
Pada akhirnya, nona dan tuan itu bertemu dalam satu jejak waktu yang memaku mereka dalam sebuah cerita yang baru saja dimulai
Semoga ini tak berakhir konon hilang

Rabu, 04 Oktober 2017

Catatan terakhir

Seumpamanya langit yang selalu tersenyum
Aku pun demikian pula
Pada akhirnya semua akan terbiasa dan membiasakan
Pada akhirnya pula, jalan ini memang yang terbaik
Saat kita tak bisa terlalu jauh memaksakan diri
Saat kita sadar bahwa semuanya hanya sia-sia
Tapi tak bisa kupungkiri, memang semuanya indah dahulu
Kau membuat diriku benar-benar bahagia meski harus bersembunyi dari orang-orang yang tak menginginkan ini
Aku menemukan diriku yang lebih berwarna
Kini, biarlah semua hanya menggenang di dalam kenangan
Aku menghidupi hidupku dan begitu pula dirimu
Aku percaya kalimatmu bahwa aku akan menemukan yang terbaik
Aku selalu setia berdoa kepada Tuhanku untuk itu
Hidupku saat ini sudah tenang aku harap juga hidupmu
Kau tak lagi harus berlarut dalam perasaan yang mendua
Aku pun tak harus menyakiti diriku lebih dalam
Maaf jika aku bersikap seperti orang asing
Aku hanya memberi penguatan untuk diriku sendiri
Aku takut jika aku akan kembali menyakiti diriku dalam kesedihan
Aku menulis ini sebagai salam dariku atas perpisahan yang tidak terlalu mengenakkan
Baru ini aku merasakan diriku mantap menuliskan catatan terakhirku tentang dirimu
Terima kasih
Hiduplah lebih baik

Sabtu, 02 September 2017

Aku Mengikhlaskanmu

Aku mengikhlaskanmu
Seikhlas hujan yang turun disaat pagi buta, seikhlas semburat senja yang menghiasi langit sore
Aku melepaskanmu
Seperti semilir angin di ufuk timur pada pagi hari
Seperti semilir angin sore di ufuk barat saat matahari terlelap dalam peraduannya
Hati ini baik-baik saja meski sedikit harus menahan luka
Memar memerah darah, biru membiru cakrawala saat kita duduk di singgahsana taman hati
Ku tau hati tak bisa dibagi, konon dicuil sedikitpun tak mungkin bagiku
Ibaratkan sebatang pohon sudah menancap terlalu dalam, akar cintamu yang begitu kuat
Berteduh saja dibawahnya pun aku merasa begitu kecil
Alangkah lebih baik memandangnya saja dari kejauhan
Mencoba meresapi rindangnya andai aku berada disitu
Hatimu terpatri oleh sebuah jejak waktu selama ribuan hari yang sudah engkau lewati
Bahkan tak bisa disandingkan dengan aku yang jari saja masih cukup untuk menghitungnya
Aku benar benar mengikhlaskan
Tak lagi hanya sebuah kiasan yang indah namun meringis pilu dalam hati
Tak lagi hanya sebuah penguatan di dalam diri
Kuyakin semesta memberi kan bahagia
Kuyakin semesta membiarkan kita melupakan setiap menit yang sudah terlewati di masa lalu
Hingga akhirnya sampai kita satu sama lain berani untuk bersikap dewasa dan berteman selayaknya langit yang tak pernah membenci hujan
Selayaknya siang yang tak pernah membenci malam

Senin, 21 Agustus 2017

27122016

Jam-Jam Rawan
00:32: 50
Seluruh lampu di rumah ini sudah padam
Terkecuali lampu di ruang tamu
Masih bercumbu dengan laptop dan segala tugas-tugas yang membuat aku berpikir :
“This is holiday? WTF. I need oxygen. I need to relax. I need a more more me time. I need you”
Wajahku tampak kusut, rambutku berantakan, air dingin satu teko sudah habis kuminum
Kuputar lagu-lagu yang bisa membuatku agak melek mata
Setidaknya aku harus cari bahan-bahan laporan, proposal, judul skripsi, jurnal-jurnal dan mencari update an mu
Jika sudah kudapat, aku bisa langsung mengerjakannya
Tapi mencari itu pun menghabiskan waktu 3 jam
Kipas angin hanya berputar satu arah, tepat ke arahku
Sinusitisku bisa makin parah, tapi ini bisa membantu di jam-jam rawan
Saat mulai bosan mencari, berpetualang di cyber, aku menulis tulisan bodoh seperti ini
Iya bodoh karna cuma aku posting di facebook
Aku sering lupa kalau aku punya blogger tak berpenghuni
Iya, followersnya sedikit, huft malu aku
Aku tak pandai mempromosikan atau tulisanku garing? Ha jawablah dalam hatimu sendiri. Jangan sampaikan padaku. Atau aku bisa menendangmu tepat di ......
Aku cukup kaget saat menulis ini
Tiba-tiba aku bisa sekeren ini dalam menyusun kata
Maafkan daku, tingkat kepercayaan diriku tinggi pada jam-jam rawan
Sehingga mengakibatkan imajinasi nakalku pun meninggi pada jam-jam ini
Yah tingkat nakalku tak setinggi tingkat nakal anak laki-laki
Aku hanya berkhayal andai saja ada yang bisa membantuku mengerjakan semua tugas-tugas kurang ajar tapi berharga ini
Ya berharga karna ini perjuangan selama hampir 2 stengah tahun
Iya 3 semester lagi aku selesai
Tapi judulku belum di ACC Ibu KaProdi sampai sekarang
Tiap malam aku mencari referensi judul dan jurnal bahkan aku lupa mencari update an mu
Ah aku lupa khayalanku tadi
Ya, ada yang bantu aku mengerjakan semua ini
Lalu bertukar pikiran termasuk ide-ide untuk judulku dan laporan-laporan yang harus aku kerjakan
Ketika kelelahan, aku bisa bersandar di badannya atau meletakkan kepalaku di pundaknya
Atau menjelajahi internet dan browsing sesuatu yang menarik
Bermain game atau apalah terserah
song played....... (sebenarnya sudah dari tadi sebelum aku mulai nulis)
Nal barabodeon neo gamanhi
Kamu, yang biasa curi-curi pandang
Nae yaegireul deutdeon neo
Kamu, yang biasa mendengarkan ceritaku
Geureoda hwaljjak usdeon neo
Kamu, yang biasa tersenyum cerah
Han sungando nohchigi silheun
Aku bersandar pada kenanganmu
Neoui gieok wie nareul gidaebonda
Aku tak ingin kehilangan satu momen pun
Sum swideut iksukhae
Aku sudah terbiasa untuk itu, seperti bernapas
Oraedoen sopae
Seperti berbaring di sofa tua
Onmomeul matgin geoscheoreom
Ketika aku memikirkanmu
Neoreul saenggakhamyeon yeojeonhi aneukhae
Itu masih terasa begitu nyaman
Sejujurnya hanya lagu itu yang terputar dari tadi (Kyuhyun – Still)
Karna lagu ini yang terputar, aku membuatnya hanya repeat track
Jadi ini terus terputar selama 30 menit tadi sampai sekarang
Aku all genre sih
Dulu karna seseorang, aku suka musik rock
Sekarang aku juga suka k-pop karna sahabatku, Cindy huft si gadis mentel dan perhitungan (sejak SMA tp sepenuhna mengabdi itu awal 2015)
Aku tak bisa tidur karna tadi siang aku tidur cukup lamaaa
Dari jam 3 sampai jam 6 ya cuma 3 jam
Targetku selama libur 2 minggu ini,aku bisa selesaikan semua tugas di jam-jamenak
Ternyata jam-jam rawan tetap tak tertandingi
Lebih menantang rasanya
Gak ada suara TV, suara manusia-manusia di luar rumahku dan suara ngeong kucingku
Ayahku pun sudah tidur di jam-jam rawan gini
Jadi aku penguasa di rumah ini hahaha
Gadis penguasa tengah malam
Aku gak tau lagi mau nulis apa sih
Tapi semua kata terus mengalir dalam pikiranku
Terus menjalar hingga sampai ke jari-jariku
Sama seperti kamu
Menjalar dalam pikiranku karna ulahmu sendiri
Hidupku sudah tenang sudah happy
Kau datang seenak jidatmu, ngomong seenak rahangmu, pergi sesuka upil kau
Sama ini juga berlaku buat manusia alay kayak “kau” yang satu nya lagi
Ngomongnya super bocor, plin plan, suka sukanya suka suka sukanya enggak
Terus mau salahin aku terlalu baper?
Helooww ...... (tanganku sempat terhenti mengetik)
Itu karna kalian datang bukan seperti orang asing
BERSIKAPLAH SEPERTI ORANG ASING
Dia yang pertama lebih bagus
Putus yaudah seperti orang asing
Ah maaf caps lock ku error saat ketik kalimat itu
(to be continue.. nyatanya ideku sudah habis... aku lelah... mau tidur... ah punggungku kumat lagi )

Gadis Itu

11-12-2016 01:10:32
Gadis itu mencoba untuk senetral mungkin
Mencoba untuk mati rasa akan hal-hal yang mungkin akan membawa kesedihan untuknya
Dulu disaat masih terlalu naif dan terlalu memuja yang disebut cinta
Sekarang gadis itu mencoba untuk tak mudah tersentuh dengan sesuatu yang sensitif yang itu
Fokus pada suatu hal yang lebih nyata dan pasti
Mencoba untuk berpijak sendiri tanpa bantuan
Semuanya karna rasa takut yang dulu kan terulang lagi
Meskipun gejolak ini menginginkannya
Sebisa mungkin harus dipatahkan
Tidak ada gunanya semua itu
Hanya membuat diri menjadi lemah dan polos
Gadis itu mencoba untuk tak hidup dalam dunia khayal lagi
Dia sudah realistis sekarang
Bahkan sangat realistis
Terserah apa efek kedepannya
Yang pasti saat ini dia hanya takut hal itu terjadi
Menurutnya lebih baik dia merasakan hal sensitif itu secara tidak langsung
Seperti melalui media drama, musik atau cerita komik
Itu lebih aman untuknya saat ini
Sedih senangnya cukup gadis itu rasakan sendiri
Ya cukup sendiri saja
Mungkin itu baik, tapi sepertinya bukan saat ini

Hidup Memang Seperti itu

Hidup memang seperti itu
Membencilah selagi bisa membenci
Mencintailah selagi bisa mencintai
Berusahalah selagi masih ada tenaga
Bermimpilah selagi masih ada nafas
Memang tak semua seperti ekpetasimu
Tak semua orang punya pemikiran yang sama
Tak semua orang punya kadar baik dan jahat yang sama
Memang tak bisa memilih kehidupan seperti apa yang akan dijalani
Yang pasti semua orang ingin bahagia secara jasmani, rohani, pendidikan, pekerjaan, hubungan interpersonal, status sosial dan percintaan
Ingin bahagia di bumi, bahagia di akhirat
Kecewa, sedih, amarah, senang, haru, tertawa? kesal, bersyukur
Hal terakhir paling sulit manusia lakukan
Kasih? Manusia lupa mengasihi karna terlalu mencintai diri sendiri
Ah aku muak dengan semuanya
Harusnya ada satu tempat dimana seseorang bisa sendiri dan fokus

31122016

00:28:15
Huft hari ini benar-benar datar
Oh maaf, semalam maksudku
Pagiku diawali dengan pertebatan aku dan bapak
Mengenai pria seumuran atau yang lebih tua
Awalnya itu karna komentar kawanku si Dinar di facebook
Katanya kita (cecepypo) butuh penyemangat biar ada yang bantuin cari judul
Yah sekalian dengan tugas-tugas yang lain
Aku menceritakan tentang itu sama bapakku
Tau apa respon beliau? Ah sebaiknya gak usahlah kubilang
Intinya, beliau mengatakan lebih baik fokus saja ke kuliah
Kerjakan semuanya sendiri
Oke garis bawahi sendiri
Aku dan para gadisku itu sudah mencapai 20 tahun
4 diantara 6 itu sudah sold out
Tingkat stress mereka kemungkinan jauh lebih rendah daripada kami yang ber enam
Motivasi itu ada dua, internal dan eksternal
Masing-masing kami punya keduanya
Tapi untuk yang eksternal, dari lawan jenis, .....
Salah satu yang bisa kami pikirkan hanya mencari penyemangat baru di kampus
Lupakan yang lama (kata Einina)
Jadi ada motivasi eksternal untuk datang ke kampus yaitu penyemangat
Mungkin karna tekanan dari sana sini, membuat kami rasanya butuh seseorang yang bisa membantu kami
Ah lupakan
Semalam sore langitnya cantik kali
Sama kayak semalam
Sambil kupikir-pikir, sepertinya bapakku benar
Fokus saja pada hal-hal yang lebih penting
Masalahku, beban hidup dan yang lainnya, itu lebih penting
Tapi hati memang paling jujur
Setidaknya manusia punya imajinasi
Aku dan beberapa diantara mereka punya imajinasi
Seperti oppa-oppa korea
Astaga segitunya kah? Huft
Sebenarnya aku tadi mau tidur
Karna jam-jam rawanku tak senikmat kemarin
Ya, bapakku belum tidur
Seharusnya aku bisa lebih fokus bermesraaan dam bercumbu ria dengan laptopku
Menimati setiap desahan-desahan tugas yang mengatakan
“Oh Yo, tolong selesaikanlah aku. Segeraaa!!! Sebelum deadline datang menggerogotiku...”
Ya ya aku juga ingin segera menyelesaikannya
Sebab aku sudah tak tahan lagi
Semester ini rasanya benar-benar menggoda iman
Menggoda uangku, menggoda emosiku dan menggoda hatiku
Tapi untungnya aku tetap tak lupa makan
I can’t live without food oh food come to me.... make me sooooooooo rrrrrrrr
Dan jangan lupakan musik
Aku bisa lebih fokus jika ada makanan dan musik
Alamak cita-cita macam badan gerlben gerlben korengan pun gagal
Satu tugas sudah kuselesaikan, tersisa 3 lagi
Proposal, modul dan analisis kasus
Ups, jangan lupakan bu Rianda
JUDUL PROPOSAL/JUDUL SKRIPSI
HUFT.....
Andai aku hacker, udah kubobol sistem perpustakaannya UI, UGM dan lain-lainnya
Sangkin frustasinya itu
Andai ada kamu disini (eaakk.. menggoda...)
Kamu maksudnya ya bukan kau tapi ya yang pasti bukan kau
Jodoh yang entah lagi dimana, itunya maksudku kampret
Aku tidak jadi penguasa malam hari ini
Masih ada suara tv, bapakku masih melek dan kucingku masih melotot samaku
Air dinginku pun biasanya habis seteko, ini masih sisa setengah
Daebak memang
Besok tanggal 1 Januari 2017?
Nothing special? Rasanya flat. Biasa aja. Gak bergairah. Macam gak tahun baru kurasa.
Resolusi?
Jangan bicara resolusi tapi gak tau apa-apa tentang apa yang kau butuhkan sekarang
Apa yang harus kau kerjakan dan apa goal orientation kau tahun ini dan tahun-tahun berikutnya
Aku hanya berdoa dan berharap, bapakku selalu samasama denganku
Sampai aku wisuda, bekerja, menikah dan punya anak
Selanjutnya, terserah Tuhan
Aku siap
Tahun 2017 harus lebih baik dari tahun kemarin
Kurangi air mata, kurangi amarah, kurangi bersungut-sungut, lebih bijaksana sini dan tegas
Selama sore semalam hingga dini hari ini
Aku sudah mulai memikirkan apa yang harus dilakukan
(aku berhenti 2 menit karna gak tau mau nulis apalagi)
Yaudahlah ucok,butet aku mau tidur
Kupikir sanggup awak ngerjain proposal KWH
Nantilah itu
Pulang awak bercumbu dengan burger
Bye...

Batas Hatimu

Wanita itu memang perasa
Lebih baik pergi atau bertindaklah seperti orang asing
Mungkin pria itu kira semua ini semudah yang ia pikirkan
Kenyataannya ...
Aku selalu ingin menjalin hubungan yang baik
Tapi anda membuat tembok setinggi-tingginya
Aku melangkah anda tetap di tempat
Tapi belakangan, mundur sendiri
Anda selalu datang disaat dimana wanita itu menjalani hidup dengan baik
Lalu seketika anda pergi lagi
Tahun depan datang lagi terus pergi lagi
Begitu saja yang terus terjadi selama 3 tahun ini
Aku bosan
Anda punya magnet yang selalu menarik
Ya intinya pergilah
Ah iya anda memang sudah pergi
Padahal baru saja aku berniat berbincang-bincang dengamu
Aku tau porsiku
Dan anda harusnya juga tau
Jangan buat situasi yang sama untuk kedua kalinya
Mau salahkan aku?
Kembali ke kalimat paling atas
Ibaratkan menyeruput secangkir teh hijau saat senja
Kunikmati nikmatnya sementara
Malam menyeruak, nikmatnya hilang

Strawberry Coffemix Jam 8 Malam

Tertarik untuk pergi
Tertahan karna sebuah kepercayaan
Sampaikan pada titik-titik hujan
Ceritanya sudah habis
Menghela nafas panjang
Aku tak bergairah lagi dengan senyum itu
Aku tak menkhayalkan lagi bola mata itu
Rasa nikmat coffemix pun tak terkecap enak di lidah
Strawberry pahit
Jam 8 malam suram
Lega rasaku

Pukul Malam Hari

Ada hal yang tidak bisa diungkapkan secara spontan
Sesuatu yang membuatmu meronta dalam hati
Meringis seakan dicekik oleh sebuah fakta yang tak bisa di bantah
Terus mencari sebuah jawaban dari setiap teka-teki
Meyakini bahwa semua yang terjadi adalah sebuah suratan
Sekalipun ada rasa menolak, toh sudah digariskan
Rengkuhan asa yang perlahan memudar seiring usia
Mencumbu harapan di tengah malam, berpikir langkah selanjutnya
Tatap mata itu seakan memberi tahu bahwa ada sesuatu yang tersimpan
Terpaku pada keambiguan yang terjadi
Menatap kosong jauh ke lubuk hati
Menembus jiwa dan memisahkan antara realita dan semu
Aku kau masih dibawah atap yang sama
Masih menatap langit, masih menghirup oksigen dan masih saling mengenal
Tapi rasanya malaikat mencabut setiap jalan yang menghubungkan dan menciptakan jarak
Berhalusinasi aku dalam kekosongan
Membuat fantasiku sendiri yang setidaknya bisa kunikmati dengan bahagia
Aku tau pesonamu begitu menggugah ku
Sepasang bola mata yang mampu merenggut syaraf-syaraf di otakku
Membuatku berkhayal andai aku ada bersamamu
Andaiku bisa menjadi tempat kau bisa melepaskan semua yang membebanimu
Aku tercipta sebagai pengagum rahasiamu
Aku tercipta menjadi pecandu matamu, senyummu dan jiwamu yang terasa hangat
Layaknya sebuah bunga beracun
Kau indah namun menusuk
Tak apa asal bisa kurengkuh
Kunikmati setiap waktu yang egois karena telah membuatku menjadi orang yang siaga
Terjaga saat kau datang, terlelap saat kau pergi
Lalu terjaga lagi dan kembali menjadi manusia yang utuh
Utuh karena bisa merasakan perasaan yang manusiawi
Sekalipun aku paham betul bahwa tak semua bisa berjalan sesuai dengan yang aku mau
Malam pun semakin larut
Tik tok tik tok menunjukkan waktu saat ini 22:30
Aku ingin tidur
Berpikir bahwa semua akan baik-baik saja besok pagi
Berpura-pura tidak menginginkan namun sebenarnya ingin
Mungkin Tuhan akan membuat cerita yang berbeda besok
Entah kau akan dibuat betah dalam pikiranku
Atau tercampak jauh dari pandanganku
Hidup memang penuh misteri
Sama seperti kau
Terlalu misterius untuk mengetahui isi hatimu

Kamis, 06 April 2017

Catatan 20 Tahun

Mungkin ada masanya... Saat waktu sudah terus berjalan Kau mulai mempelajari banyak hal yang dulu atau sekarang terjadi dalam hidupmu Belajar dari hasrat dan gairah yang kau pikir nyata Dari penantian yang memuakkan Situasi dan waktu yang tepat atau sebaliknya Segala cibiran, petuah, pujian orang lain untukmu Penyesalan dan pembelajaran yang kau petik dan kau hirup sendiri aromanya Manusia-manusia yang ada dalam setiap tahapan tumbuh dan perkembanganmu Baik yang sudah lama kau kenal atau tak sengaja bertemu Keluarga yang harmonis atau tidak Percintaan yang awet atau gagal Persahabatan yang abadi atau sesaat Lingkungan sekolah, universitas, pekerjaan dan masyarakat yang kondusif atau tidak Semuanya akan kau pahami Sebagai sebuah alur kehidupan yang tak bisa kau tolak Sebagai sebuah pencapaian hidup bagi kau hei manusia yang beradat dan berakal pikir Terakhir sebagai ujian dan catatan kehidupan dari Tuhanmu untuk mengukur seberapa besar iman dan cintamu kepada Tuhanmu *21 Juli 2016*