Hot Pink Pointer Wavy Tail

Minggu, 24 Juni 2018

Payung Biru Muda

Kita susuri jalan ini
Dibawah payung biru muda
Kita berlindung dibawahnya
Kau merangkulku
Kau mulai bercerita tentang kita
Kita tertawa bahagia
Rasanya tak peduli akan hujan sore ini
Seakan tak ingin lepas dan berlalu
Perasaan dihati mulai melayang-layang
Hingga sampai di ranting pohon cinta
Payung biru muda
Saksi bisu roman picisan kita
Terserah apa kata angin
Terserah apa kata hujan
Yang penting langit bilang kita harus
berdua seterusnya.

Selasa, 19 Juni 2018

Aku Menggilaimu

Ah aku meracau lagi di tengah malam
Imajinasi liarku meningkat setiap kali aku bermimpi dirimu
Kata orang, ketika kau memimpikan seseorang maka ia sedang memikirkanmu
Ah, pikirku persetan dengan itu
Aku hanya tau, memeluknya dengan doa-doa ku tiap malam, itu sudah cukup ampuh

Berteriak aku dalam hati, merangakai setiap kata yang ingin diutarakan
Namun seketika semuanya lenyap, lenyap bersama tatapan mata cokelat itu
Terpaku dengan senyum bibirnya yang membuatku terdiam terbujur kaku
Dia seperti seorang zombie yang siap membunuh
Tapi sebelum dia beraksi, akulah yang lebih dulu mati dibuatnya

Ah pikirku
Aku bisa gila jika seperti ini
Aku seperti berenang-renang di lautan hatinya
Sebelum ku sentuh sisi hatinya, aku sudah tenggelam di dalamnya
Hanyut bersama khayalan liarku, namun doa-doaku tetap memeluknya erat

Pecandu Senyummu

Aku masih menjadi pecandu senyummu
Pecandu sorot matamu
Pecandu wajah tampanmu
Meski tak setiap hari terpikirkan
Tapi masih selalu nyaman bersemayam di ingatanku
Aku merekam jelas bentuk bibirmu saat    tersenyum
Matamu saat tertawa
Rambutmu yang terlihat acakan tapi terkesan maskulin
Langkahmu yang panjang dengan kaki jenjangmu
Kulit sawo matangmu yang bersinar ketika dibawah senja
Aku melafalkan setiap kata yang paling sering terucap dari mulutmu
Diikuti gerakan jemari kurusmu
Terasa aura yang berbeda setiap kali orang sepertimu hinggap di hidup wanita sepertiku
Atau beberapa tipe wanita lain
Baik yang menjadi favoritmu, fantasimu, masa lalumu atau yang sekedar kau lihat sekilas
Aku tak berusaha untuk membuatmu membaca tulisan ini
Hanya sedang merasakan mabuk di tengah malam
Terstimulus drama yang aku saksikan baru saja
Sosok misteriusnya sama sepertimu
Dan lagi, aku kembali membutuhkan kamu untuk sekedar menjadi candu tengah malam
Aku tersadar nanti pagi, bukan kamu lagi yang kupikirkan
Tapi kehidupanku yang terus berputar tanpa henti
Takdir yang harus aku jalani
Kisah yang harus kutulis
Dan kamu yang harus aku musnahkan dari daftar canduku
Aku punya banyak candu yang tak kamu ketahui. Kamu, musik, lelaki Korea Selatan, makanan, drama dan terakhir dan terpenting adalah masa depan. Kamu? Selinganku saat aku butuh inspirasi untuk menulis.

Selasa, 22 Mei 2018

Aku Penggemar Rahasiamu

Pada akhirnya, akan selalu ada yang mengagumi dan dikagumi
Disukai dan menyukai
Merindu dan dirindu
Mengharapkan dan diharapkan
Mencintai dan dicintai
            Pada akhirnya akan selalu ada manusia yang diam-diam mendoakanmu
            Membuat memo di kalender handphone tentang apa saja yang terjadi pada satu hari itu
            Cengingiran sendiri saat sebuah hal sepele yang sebenarnya tidak terlalu penting
            Hanya orang yang peka bisa memahami itu
Mendengarkan lagu yang bahagia dan menikmati setiap irama yang dilantunkan
Berpikir yang ada saat ini saja
Terserah apa yang akan terjadi kedepannya atau apa yang akan dirasakan nanti
Bukankah hidup seharusnya dinikmati?
Jatuh cintalah sebanyak yang kau mau
            Kagumi setiap orang yang mampu mencuri perhatianmu
            Terlihat berbeda dari yang lainnya
            Dengan melihatnya saja jantungmu berdegup dan hatimu hangat
            Derap langkahnya membuatmu gugup
            Senyumnya membuat seluruh atmosfer disekitarmu menjadi positif
Aku tak pernah peduli apakah ini akan berakhir memalukan atau menyedihkan
Keduanya sama-sama bukan pilihan yang tepat
Tapi setidaknya setiap prosesnya adalah nikmat
Romansa kecil ala anak muda
Bisa dinikmati tanpa harus menjalin hubungan
            Menjadi seorang manusia yang diam-diam menatap dengan ekor matanya
            Membuat memo di kalender handphone
            Mendengarkan lagu yang bahagia
            Menjadi fotografer rahasia
            Because, I’m your secret admirer
Saat kau tak bisa berbuat apa-apa karna tidak berhak
Saat kau merasakan senang yang tak biasanya
Saat kau diam-diam menjadi penguntit di kehidupan nyata
Saat kau berpikir ini sebenarnya percuma tapi tetap kau lakukan
Saat itu aku berada dalam waktumu, menjadi pecandumu dan menjadi pengagum rahasiamu
            Tenanglah, aku tak akan mengusik
            Bagaimana bisa aku mengusikmu sedangkan bisa melihatmu saja aku luluh
            Tak seorangpun yang tau apa yang dirasakan saat ini
            Karena konon jangan beritahu siapapun apa yang kau rasakan terhadap orang lain
            Simpan saja, jika karna tak semua hal bisa diungkapkan di waktu yang tepat
ps: Aku membuat ini dalam waktu 9 menit hahaa
Padahal semuanya sudah lebih dari 9 menit (Secondhand Serenade – Half Alive) repeat track 

Minggu, 07 Januari 2018

Aku Percaya

Aku mempercayai beberapa hal dalam hidup
Salah satu dari kesekiannya adalah, orang-orang yang hadir dalam hidupku adalah orang terpilih
Mereka adalah sebagian dari ratusan juta manusia di dunia ini
Mereka terpilih untuk menghajarku, mengajarku, mendidik, memberitahu dan menasihatiku
Terpilih untuk menjadi manusia yang menyayangi, menimang-nimang, mendoakan, mencintai, menghormati, menghargai, melindungi, menghibur serta memberkatiku
Dan aku juga percaya, mereka yang terpilih pasti akan pergi dan menghilang
Pergi selama-lamanya, pergi sementara, datang dan pergi
Semua segala jenis kehilangan
Aku percaya, mereka sudah diberikan porsi masing-masing dalam hidupku juga dengan batas waktu yang mereka punya dan aku miliki
Aku siap untuk itu
Aku sudah terlatih menjadi manusia yang lebih kuat setiap tahunnya
Menjadi lebih dewasa, menjadi lebih baik dari hari bulan tahun yang lalu
Ya bukankah kepergian dan kedatangan selalu punya waktu yang berselisihan? Terkadang mereka juga bersamaan tapi tak selalu
Mungkin gunanya untuk mengajarkan arti bagaimana berpengharapan
Aku menikmatinya, toh semua sudah tertulis
Jika pun ada yang harus pergi, aku memiliki kuasa apa
Orang tua, saudara, keluarga, sahabat, teman, teman spesial, teman dekat, kekasih, tetangga dan orang lain
Semuanya sudah punya porsi
Tinggal bagaimana aku menanggapi setiap kehadiran mereka