Hot Pink Pointer Wavy Tail

Rabu, 23 Januari 2013

Aku Merindukan Dirimu yang Dulu Kuabaikan

06:00 pm .
Hujan dengan riangnya membasahi bumi
Membasahi tanah kering dan membasahi jalanan panjang di tempatku tinggal
Langitnya mendung
Tapi belum terlalu gelap untukku berdiri terpaku didekat jendela besar dan memandang setiap tetes hujan yang turun

Aku tertegun
Sekilas terpintas bayangan seorang pria yang tak asing bagiku
Pria yang dahulu dekat denganku
Mungkin saat ini pun masih bisa kukatakan dekat , meskipun telah lama aku tak menatapnya
Sudah lama aku tak menatap segaris senyum yang manis diwajahnya

Pria itu adalah KAU
Kau yang selalu menjadi penyemangat di setiap pagiku
Kau yang selalu bersedia mendengar ceritaku saat aku tak tau harus kepada siapa lagi aku bercerita
Kau yang selalu menanyakan bagaimana keadaanku dan kehidupanku
Dan kau juga yang setia membangkitkanku saat ku mulai jatuh dan tak berdaya

Kau adalah pria yang menyayangiku
Selalu ada saat aku butuhkan
Bahkan kau tak pernah sekalipun merasa bosan
Tak pernah juga kau jemu dengan diriku
Dan kau juga tak pernah mengacuhkanku begitu saja

Tapi apa yang kulakukan terhadapmu
Aku tidak PEKA !
Aku tidak PEKA akan semua perbuatanmu untukku
Aku tidak PEKA atas semua perhatianmu
Dan terlebih-lebih aku juga tidak PEKA akan rasa SAYANGMU yang kau berikan tulus untukku . 

Aku mengeraskan hatiku
Aku mengacuhkanmu !
Aku mengabaikan segala kebaikanmu untukku
Aku tak sadar !
Aku egois !

Sampai akhirnya saat ini aku mencarimu

Aku kehilanganmu
Sejak kau pergi dari nyataku, sejak itulah aku kehilanganmu
Tapi aku terus menepisnya !
Aku munafik ! Hingga akhirnya aku betul-betul mencarimu !

Dimana si penyemangat hariku ?
Dimana pria yang selalu mampu membuatku tertawa dikala aku menangis ?
Dimana pria yang setia mendengar ceritaku ?
Dimana pria yang selalu menanyakan keadaan dan kehidupanku ?
Dan dimana pria yang MENYAYANGIKU dengan SETULUS HATINYA ?

Tanpa kusadari air mata mengalir disudut mataku seiringan dengan derasnya hujan sore ini
Ingin rasanya aku berlari ditengah rinainya dan mulai meneriakkan namamu
Agar langit , awan dan hujan dapat mendengar hatiku yang teriak diatas kerinduan hatiku
Oh Tuhan, betapa bodohnya anakMu ini
Menyia-nyiakan orang yang menyayangiku

Aku malah melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan padaku
Aku melakukannya pada seorang pria yang telah membuatku bertahan selama 1 tahun 4 bulan
Aku melakukannya pada seorang pria yang terkadang mempedulikanku, tapi terkadang juga mengabaikanku
Tapi aku baru sadar sekarang
Dia tidak peka terhadap rasaku dan aku mulai lelah untuk terus berharap

Ternyata kita melakukan hal yang sama tanpa aku sadari hai pria yang kurindukan
Dan aku juga telah merasakan apa yang kau rasakan
Sakit memang
Sakit saat kau menyayangi seseorang, tapi dia tidak peka terhadap rasa sayangmu
Sakit saat kau telah melakukan yang terbaik buat orang yang kau sayang, tapi dia mengacuhkannya

Tangisanku semakin menjadi
Mungkinkah ini karma
Aku merasa ini memang karma
Aku mengabaikan orang yang menyayangiku, dan aku diabaikan orang yang aku sayang
Maaf
Maaf atas ketidakpekaanku terhadap rasa sayangmu
Aku menyesal

Aku berharap kau tidak membenciku
Masih adakah rasa sayangmu untukku ?
Atau telah musnah oleh keegoisanku ?
Atau telah hilang pergi dibawa semilir angin oleh ketidakpekaanku ?
Semoga rasa sayangmu akan tetap utuh meskipun kau tak muncul dalam nyataku lagi, meskipun aku akan pergi dari kota yang penuh dengan cinta dan kerinduan


Aku dan Bing Kuadrat

0 komentar:

Posting Komentar