Dia yang diujung sana, sedang berpikir tentang masa yang abu-abu
Dia mengira semua yang ada itu biru
Namun kini hatinya meragu
Bagaimana jika waktu memang tidak pernah setuju
Akankah kamu sesendu itu
Bahagia itu katanya kita yang ciptakan
Lalu bagaimana jika itu sebenarnya hanya angan?
Dia mereka-reka bagaimana jika itu berakhir dengan kenangan?
Wajahnya melintasi matahari sore dan mengikuti bayangan
Memori yang dirajut menjadi suatu pembelajaran
Terimakasih, dia ucap dalam hati
Kamu paham benar bahwa alam semesta senang membuat iri
Keyakinanmu kini mungkin hanya karna kamu sepi
Doa-doa yang kamu panjatkan, mungkin tidak Tuhan penuhi
Hari-hari berlalu penuh arti, namun akhirnya mati
Dia tahu mereka bingung dengan cerita
Kamu tahu hujan selalu membawa canda
Tuhan juga membawamu sebuah sukacita
Namun ragu-ragu menerbangkanmu ke neraka
Perasaan itu sekarang gugur, melayang perlahan ke arah senja
Dia mengira semua yang ada itu biru
Namun kini hatinya meragu
Bagaimana jika waktu memang tidak pernah setuju
Akankah kamu sesendu itu
Bahagia itu katanya kita yang ciptakan
Lalu bagaimana jika itu sebenarnya hanya angan?
Dia mereka-reka bagaimana jika itu berakhir dengan kenangan?
Wajahnya melintasi matahari sore dan mengikuti bayangan
Memori yang dirajut menjadi suatu pembelajaran
Terimakasih, dia ucap dalam hati
Kamu paham benar bahwa alam semesta senang membuat iri
Keyakinanmu kini mungkin hanya karna kamu sepi
Doa-doa yang kamu panjatkan, mungkin tidak Tuhan penuhi
Hari-hari berlalu penuh arti, namun akhirnya mati
Dia tahu mereka bingung dengan cerita
Kamu tahu hujan selalu membawa canda
Tuhan juga membawamu sebuah sukacita
Namun ragu-ragu menerbangkanmu ke neraka
Perasaan itu sekarang gugur, melayang perlahan ke arah senja

0 komentar:
Posting Komentar